|
PT Angkasa Pura II (Persero) tengah menyelesaikan grand design (desain utama) rencana pengembangan Bandar Udara Soekarno-Hatta di Jakarta, sehingga dapat disahkan pada akhir tahun ini.
Rencana pengembangan seluruh terminal di bandara Ibu Kota ini ditargetkan untuk meningkatkan daya tampung penumpang hingga 45 juta dari saat ini yang baru 22 juta orang.
Desain utama tersebut akan menjadi rencana tata ruang utama atau master plan untuk memperluas tiga terminal yang sudah beroperasi saat ini.
Tri S. Sunoko, Direktur Utama PT Angkasa Pura II (pengelola Bandara Soekarno—Hatta), menuturkan desain utama ini diperlukan untuk memperhitungkan rencana perluasan sekaligus kebutuhan investasi yang diperlukan.
"Ini masih sangat umum, belum detail. Jadi belum terlihat berapa investasi yang dibutuhkan. Akhir tahun ini akan disahkan, baru kemudian bisa berpikir bagaimana masalah pendanaannya," tuturnya.
Menurut dia, masalah sumber pembiayaan diharapkan dapat dikonsolidasikan antara investasi sendiri, pinjaman maupun kerja sama dengan mitra terkait.
Tri menegaskan pengembangan Bandara Soekarno—Hatta tidak dapat ditunda lagi melihat tingkat pertumbuhan penumpang angkutan penerbangan.
Dia memperkirakan dalam 5 tahun kedepan, bandara kelas internasional ini harus bisa menampung sekitar 60 juta orang per tahun. Adapun, saat ini tiga terminal yang sudah berdiri baru bisa melayani sekitar 22 juta orang.
Terkait dengan ketersediaan lahan untuk perluasan area bandara, Tri mengatakan kawasan Cengkareng saat ini masih memungkinkan untuk dikembangkan.
Apalagi, katanya, Angkasa Pura II tidak akan memperpanjang kontrak kawasan terpadu Soewarna yang diperkirakan selesai dalam waktu dekat.
"Kontrak sudah akan habis. Saya kira tidak akan diperpanjang sehingga lokasinya bisa digunakan untuk pengembangan terminal. Soewarna itu kan luas area golfnya, warehouse, juga kantor maskapai," tegasnya.
|