|
Refinery Unit IV Pertamina/Kilang Cilacap saat ini sudah beroperasi penuh, setelah mengalami pemeliharaan rutin (turn around/TA) selama sebulan. Kilang Cilacap pun saat ini siap memasok peningkatan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) selama arus mudik dan arus balik Lebaran.
Kilang Cilacap dengan kapasitas pengolahan minyak 248 ribu barel per hari (bph) merupakan kilang penghasil BBM tersebar di Tanah Air. Kilang Cilacap memasok kebutuhan BBM untuk wilayah Bandung, Tasikmalaya, sepanjang jalur selatan Jawa, Yogyakarta, dan Boyolali. Semuanya dialirkan melalui pipa.
Kilang tersebut juga memasok kebutuhan BBM untuk daerah Tegal, Purwokerto, dan beberapa daerah di jalur utara Jawa bagian tengah. Diperkirakan pada puncak arus mudik tahun ini, kebutuhan BBM jenis premium akan meningkat tajam dari 63.500 kiloter (kl) per hari menjadi 96 ribu kl per hari.
"Sebelumnya, pemeliharaan di Kilang Cilacap dilakukan pada sejumlah unit di kompleks kilang, yaitu unit utiliti, fuel oil complex (FOC) II, dan paraxylene. Untuk unit FOC I sudah mengalami pemeliharaan pada 2008, sehingga tetap bisa beroperasi dan bisa mensuplai BBM," kata juru bicara PT Pertamina Mochamad Harun.
Harun mengatakan, sesuai jadwal, pemeliharaan rutin berlangsung selama kurang lebih 30 hari, dimulai pada 1 Juli 2010 dan selesai pada 31 Juli 2010. Saat ini, semua unit yang mengalami pemeliharaan sudah kembali beroperasi.
Kilang Cilacap merupakan salah satu dari enam unit kilang milik Pertamina di Tanah Air yang sangat strategis. Pasalnya, Kilang Cilacap memasok 34% kebutuhan BBM nasional atau 60% kebutuhan BBM di Pulau Jawa.
Kilang tersebut juga merupakan satu-satunya kilang di Indonesia saat ini yang memproduksi aspal dan base oil untuk kebutuhan pembangunan infrastruktur.
Kilang Cilacap terbagi menjadi tiga unit besar, yaitu Kilang Minyak I (FOC I), Kilang Minyak II (FOC II), dan Kilang Paraxylene. FOC I dibangun pada 1974 dengan kapasitas semula 100 ha bph dan kemudian ditingkatkan melalui debottlenecking project menjadi 118 ribu bph.
|