|
Kementerian Pekerjaan Umum segera membentuk konsorsium untuk percepatan pembangunan jembatan selat sunda (JSS) guna membahas bentuk badan usaha yang menampung rencana proyek tersebut.
Dirjen Bina Marga Kementerian PU Djoko Muljanto mengatakan bentuk badan usaha yang diharapkan dapat menampung semua rencana dan koordinator realisasi proyek senilai Rp 150 triliun itu harus diselesaikan akhir tahun ini.
Dia menambahkan konsorsium yang akan dibentuk nantinya terdiri atas BUMN, BUMD di kedua provinsi antara Banten dan Lampung, serta investor swasta. "Dalam merealisasikan JSS ini, nantinya akan dibentuk konsorsium yang terdiri dari investor dan pemerintah, yang agenda awal merumuskan pembentukan badan usaha yang mengakomodir rencana dan realisasi proyek tersebut," katanya.
Djoko menuturkan setelah dibentuk badan usaha seperti Perseroan Terbatas (PT), selanjutnya akan dibahas estimasi total biaya, investasi dan pelaksanaan proyek tersebut, baru akhirnya diputuskan sharing profit antara pemerintah pusat, pemerintah daerah di kedua provinsi tersebut dan investor.
Meski demikian, lanjut dia pembahasan estimasi biaya dan pelaksanaan proyek yang rendananya termasuk jembatan terpanjang di dunia itu, belum akan dibicarakan pada tahun ini mengingat tingkat kesulitan dan biaya yang relative tinggi.
"Jadi jangan terlalu terburu-buru, kami merapatkan terus rencana ini dengan Tim Nasional Persiapan Jembatan Selat Sunda yang dibentuk kementerian PU. Setiap minggu kami membahas secara rutin, tahun ini baru bentuk badan usahanya dulu," tuturnya.
Ketua Harian Tim Nasional Persiapan Pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) Ahmad Hermanto Dardak mengatakan konsorsium JSS itu nantinya yang akan melaksanakan pembangunan proyek tersebut, termasuk pembiayaan pembangunan JSS dan pengembangan kawasan di sekitarnya.
|