|
(Jawa Tengah) Pengembangan Bandara Ahmad Yani Kota Semarang secara keseluruhan membutuhkan dana Rp 750 miliar. Untuk menopang dana tersebut, pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana mengajukan bantuan keuangan kepada pemerintah pusat.
Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengatakan, dalam waktu dekat dia akan menghadap Wakil Presiden Boediono untuk membicarakan masalah pengembangan bandara tersebut.
Menurut Bibit, upaya meminta bantuan pemerintah pusat untuk penanganan bandara Ahmad Yani dilakukan, karena selama ini PT Angkasa Pura sangat lambat dan terlalu banyak berhitung untuk menjadikan bandara tersebut lebih baik. "Alasannya macam-macam, mulai tidak ada dana, atau masih memikirkan untung rugi dari break even point yang akan dicapai. Harusnya konsisten," ujarnya.
Bibit menegaskan, keberadaan bandara tersebut merupakan salah satu sarana transportasi yang vital untuk masyarakat Jawa Tengah. Sebab, keberadaannya dapat meningkatkan pelayanan publik. "Karena itu, kita berharap ada konsistensi pemerintah pusat dalam mendukung upaya pengembangan bandara. Apalagi, Kondisi Ahmad Yani paling terlambat pengembangannya dibanding bandara lain," ujarnya.
Bibit juga menyatakan PT Angkasa Pura tidak konsisten dalam merealisasikan pengembangan bandara Ahmad Yani Semarang. Sebab, sampai saat ini PT Angkasa Pura belum bersedia menandatangani perjanjian kerja sama dengan TNI AD, Pemerintah Provinsi, dan Pemkot Semarang. Kondisi itu, menurut dia menjadi biang keladi tertundanya pengembangan bandara tersebut.
Sekretaris Komisi B DPRD Jawa Tengah Yahya Haryoko mengaku tidak masalah dengan berbagai langkah yang diambil gubernur dalam pengembangan bandara Ahmad Yani. Yahya tak menampik, bandara Ahmad Yani memerlukan pengembangan lebih dari yang sekarang. "Keberadaan bandara itu merupakan salah satu pintu masuk provinsi ini. Apalagi keberadaan bandara ini sudah terbilang tertinggal dengan bandara di provinsi- privinsi lain," katanya.
Meski demikian, pihaknya berharap pemerintah tidak mengabaikan pengembangan bandara yang lain. Menurut Yahya, sejumlah bandara seperti di Cilacap, Purbalingga, Blora, maupun kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, juga harus dikembangkan. "Jika bandara-bandara itu dikembangkan secara maksimal, bisa mendongkrak perekonomian di provinsi ini," paparnya.
|