|
PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) masih menyisahkan anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar 840 miliar atau 60 persen dari total anggaran yang disiapkan sebesar Rp 1,4 triliun. Sisa dana anggaran capex itu, dipersipakan untuk pembiayaan akuisisi dua hingga empat tambang batu bara di akhir tahun. "Hingga saat ini, capex telah terpakai 30-40 persen untuk modal kerja. Kami harapkan akhir tahun bisa tuntas," ujar Achmad Sudarto, Sekretaris perusahaan PT BA.
Akuisisi tambang merupakan salah satu ekspansi yang dilakukan perseroan tahun ini. Tambahan tambang baru diperlukan perseroan untuk memenuhi kebutuhan produksi PTBA hingga 50 juta ton pada 2014. Dimana tanpa adanya tambang baru, produksi perseroan hingga 2014 diperkirakan mencapai hingga 2014 diperkirakan mencapai 48,7 juta ton. "Tambang baru itu untuk menambah produksi yang sudah ada," tukasnya.
Sudarto mengatakan, proses uji tuntas terhadap tambang-tambang itu sudah dilakukan. Namun begitu, dia belum bisa menyebutkan nama-nama tambang yang tengah diincar. Mengenai lokasi tambang, diperkirakan tidak jauh dari tambang PT Internasional Prima Coal (IPC), yang berada di wilayah Kalimantan Timur. Untuk IPC, tahun ini sudah mampu melakukan produksi hingga 1,25 juta ton. "Lokasi yang dekat akan memudahkan masalah distribusi dan transportasi," ucapnya.
Selain merencanakan akuisisi tambang baru, PTBA juga tengah menggenjot produksi dari tambang-tambang yang sudah ada. Saat ini jumlah cadangan yang dimiliki perseroan mencapai 7,29 miliar ton. Dimana sebanyak 6,36 miliar ton berada di Tanjung Enim. Hingga ahir tahun, produksi batu bara yang berada di Tanjung Enim. Hingga akhir tahun, produksi batu bara yang berada di Tanjung Enim akan digenjot hingga 14,5 juta ton dari 12,5 juta ton saat ini. Jumlah itu, akan meningkat menjadi 17 juta ton di 2012 dan 20 juta ton pada 2014. "Tentu untuk menambah alat. Tapi investasinya tidak signifikan," tuturnya.
|