LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
SEKTOR LAIN:
Agriculture
  6 Perusahaan gula peroleh dana restrukturisasi
Heavy equipment
  Hino bidik segmen kendaraan militer
Infrastructure
  Usulan proyek sebesar US$ 7,2 Miliar masih mangkrak
Geothermal
  3 Izin hutan geothermal akan terbit
Infrastructure
  Rusunawa Mataram Rp 12,5 Miliar
 
 

 
 
 


BREAKING NEWS
Fri, 27/08/2010
Proyek rel kereta batubara US$ 1,6 Miliar mulai 2011
Land transportation

Kontraktor asal India, PT Adani Global, menggandeng pemerintah daerah Sumatera Selatan membangun rel kereta batu bara sepanjang 270 kilometer dari Tanjung Enim sampai Tanjung Api-api.  Gubernur Sumatera Selatan Alex Nurdin menyatakan nilai investasi yang dibutuhkan untuk pembangunan itu mencapai US$ 1,6 miliar.     

Menurut Alex, pembangunan rel kereta ini akan mendongkrak pendapatan daerah karena 48,5 persen cadangan batu bara nasional ada di Sumatera.  Nantinya PT Bukit Asam akan mengangkut 35 juta ton batu bara tiap tahun dari tambang miliknya melalui rel kereta api ini.   

Presiden Direktur PT Adani Global Ganeshan V. menargetkan pembangunan rel rampung dalam waktu 48 bulan. "Investasi 98 persen dari Adani, sisanya dari pemerintah daerah," ujarnya.     

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Gita Wirjawan mengatakan perusahaan yang berfokus pada sektor pertambangan, infrastruktur, dan industrial house itu merupakan salah satu grup terbesar di India.  Pembangunan rel kereta menggunakan sistem off take security. Artinya,  Adani membangun jaringan rel kereta di Sumatera Selatan,  sedangkan PT Bukit Asam menjamin ketersediaan batu bara untuk diangkut dengan fasilitas infrastruktur yang sudah dibangun.   

Menteri Perhubungan Freddy Numberi menilai pengangkutan batu bara menggunakan kereta api lebih efektif dibanding lewat jalur jalan raya.  Sebab, jalan raya hanya bisa dilewati kendaraan dengan kapasitas 6-10 ton per kontainer,  sedangkan kereta bisa mengangkut sampai 30 ton per kontainer.     

Menteri Perindustrian M.S. Hidayat mengatakan Sumatera Selatan memang membutuhkan fasilitas infrastruktur yang memadai untuk menjadikannya lumbung energi, terutama rel kereta api.  "Ini akan menjadi proyek pertama dan terbesar di Sumatera Selatan."   

Gubernur Sumatera Selatan Alex Nurdin mengatakan, selain kerja sama di sektor batu bara, berikutnya pemerintah daerah akan menggandeng investor untuk sektor aluminium, smelter, pabrik pupuk, dan lainnya.  "Ada investor dari India dan Cina yang akan masuk," ucapnya.  Bukit Asam memiliki cadangan batu bara di tambangnya sampai 6 miliar ton, sedangkan total cadangan Sumatera Selatan mencapai 22,5 miliar ton.   
 


SEKTOR LAND TRANSPORTATION LAINNYA :