|
Pemerintah segera mengimpor gula mentah sebagai antisipasi penurunan produksi gula kristal putih domestik yang bisa melorot hingga 2,2 juta ton-2,3 juta ton tahun ini dari target pesimistis pemerintah yang mencapai 2,5 juta ton.
Proyeksi penurunan tersebut berada di bawah prediksi awal pemerintah yang semula menargetkan produksi gula nasional sebanayk 2,7 juta ton tahun ini.
Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Diah Maulida mengatakan pemerintah sebelumnya memprediksi produksi gula sampai dengan akhir tahun akan jatuh ke bawah target menjadi 2,5 juta ton dari semula 2,7 juta ton. Penurunan proyeksi itu antara lain disebabkan oleh rendahnya rendemen gula dalam tebu sebagai efek dari pemanasan global.
Diah mengatakan proyeksi produksi itupun, katanya, masih tidak menutup kemungkinan berubah menjadi melorot hingga 2,2 juta ton-2,3 juta ton apabila penurunan rendemen terus terjadi. Untuk itu, tuturnya, akhir Agustus pemerintah akan melakukan perhitungan ulang terkait dengan kemampuan produksi pabrikan gula nasional.
"Pemerintah akan tanya ke pabrikan, berapa dari kapasitas yang idle. Kami akan upayakan agar pabrik bisa mengolah gula mentah karena pemerintah akan memprioritaskan impor gula mentah dibandingkan dengan gula jadi. Kalau itu pun kurang, terpaksa harus impor gula jadi," ujarnya.
|