|
PT Newmont Nusa Tenggara akan memperoleh lagi tambahan pinjaman dari perbankan asal Eropa senilai US$ 200 juta, di luar komitmen pinjaman dari dua bank asing dan satu lokal Bank Mandiri, BNP Paribas, dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation untuk modal kerja pengembangan fase VI dan VII perusahaan tambang itu.
Presdir Newmont Nusa Tenggara Martiono Hadianto menjelaskan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) telah memberikan persetujuann kepada manajemen untuk mencari tambahan pinjaman sehingga total menjadi US$ 800 juta.
"Artinya, ada satu perbankan lagi yang siap memberikan pinjaman. Mereka sudah memberikan komitmennya untuk memberikan pinjaman. Saya lupa namanya, namun bank itu berasal dari Eropa. Semua pinjaman bernilai US$ 800 juta diharapkan tuntas pada September," ujarnya.
Sebelumnya, Wakil Dirut PT Bank Mandiri Tbk Riswinandi mengakui pihaknya bersama Sumitomo Mitsui Banking Corporation, dan BNP Paribas telah ditunjuk oleh Newmont menjadi pengatur (arranger) pinjaman senilai total US$ 600 juta.
Pinjaman tersebut, lanjutnya, bertenor 5-7 tahun. Namun, tingkat bunga pinjaman belum ditentukan. "Porsi pinjamannya dibagi rata (paripasu). Jadi masing-masing sebesar US$ 200 juta."
Berkaitan dengan hasil RUPSLB, Martiono menjelaskan mayoritas pemegang saham Newmont telah menyetujui pelaksanaan penawaran publik perdana (initial public offering/IPO) sebesar 10% pada kuartal I/2011 dengan syarat divestasi 7% harus dituntaskan terlebih dahulu.
Setelah ada kesepakatan harga pembelian saham divestasi 2010 tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) diharapkan bisa melakukan penawaran saham tersebut ke pemerintah pusat, yang diwakili oleh Menteri Keuangan.
Pemerintah mempunyai waktu 30 hari sejak penawaran untuk menjawabnya, Newmont akan memberikan waktu 60 hari untuk menyelesaikan transaksi jual beli agar divestasi bisa rampung akhir November 2010. |