|
(Jawa Timur) Proyek air bersih Umbulan senilai sekitar Rp 2,5 miliar yang mangkrak sejak 1990-an dijadwalkan mulai digarap pada tahun 2010 ini. Pemprov Jatim menyatakan akan mengerjakan megaproyek itu melalui BUMD, dengan bantuan pemerintah pusat dan kabupaten/kota, tanpa melibatkan investor swasta. Hal itu diungkapkan Wagub Jatim Saifullah Yusuf.
"Tahun ini dimulai dengan membangun instalasi dulu. Pipa-pipa dibenerin, anggarannya sekitar Rp 300 miliar dari pemerintah pusat (APBN)," ujar Gus Ipul, panggilan Saifullah Yusuf.
Proyek senilai Rp 2,5 triliun itu bakal memasok kebutuhan air bersih warga Kota/Kabupaten pasuruan, Sidoarjo, Surabaya, hingga Gresik. Gus Ipul mengatakan, proyek Umbulan butuh investasi sangat besar karena banyak di antara pipa air primer untuk distribusi yang harus diperbaharui. Berdasarkan perhitungan tim audit independen dari Australia, biaya transmisi air dari sumber mata air Umbulan hingga Surabaya sekitar Rp 10.000/meter kubik.
"Karena itu perlu subsidi dari pemerintah," ujar Gus Ipul. Dengan pola subsidi itu, proyek Umbulan tidak perlu ditawarkan kepada investor. Tetapi bisa dikelola Pemprov Jatim sendiri melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Jatim Budi Susilo sekitar Februari lalu menjelaskan, Pemprov berkeinginan pembangunan proyek umbulan digarap pemerintah, dengan sharing dari APBN, APBD dan APBD Kab/Kota yang akan menikmati airnya. |