|
PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) atau Latinusa menganggarkan belanja modal dengan nilai berkisar US$ 17 juta hingga US$ 23 juta sepanjang 2010-2011 untuk meningkatkan kapasitas produksi. Untuk mendapatkan dana sebesar itu, NIKL menggelar penawaran saham umum perdana atau initial public offering (IPO) atau setara dengan 20% saham, akhir tahun lalu.
NIKL menawarkan harga saham IPO senilai Rp 325 per saham. Dana yang diperoleh perseroan itu dari hajatan tersebut sebesar Rp 164,017 miliar.
Presiden Direktur Latinusa Ardhiman T. Akanda mengatakan, seluruh hasil IPO digunakan untuk proyek revamping mesin produksi dan penambahan mesin baru untuk meningkatkan efisiensi, kualitas dan kapasitas produksi.
Sekadar mengingatkan, NIKL mendapat pernyataan efektif pada 4 Desember 2009. Masa penawaran berlangsung 7-8 Desember 2009. Saham NIKL mulai tercacat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 14 Desember 2009. |