LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
SEKTOR LAIN:
Properti
  Megapolitan gandeng Tiongkok garap Sentul
Infokom
  Telkom bangun fiber optik Manado-Ternate
Land transportation
  Busway layang Ciledug-Blok M Rp 1,4 T segera dibangun
Info tender
  181 tender proyek
Marine transportation
  Pertamina tunda pengadaan kapal senilai US$ 100 Juta
 
 

 
 
 


BREAKING NEWS
Fri, 13/08/2010
Enam produsen semen investasi Rp 10 Triliun
Manufaktur

Enam produsen semen segera merealisasikan investasi US$ 1,12 miliar atau Rp 10,08 triliun (kurs Rp 9.000/US$) tahun ini. Investasi itu ditujukan guna meningkatkan kapasitas produksi 10,16 juta ton.

Enam perusahaan semen itu adalah PT Semen Tonasa, PT Semen Gresik Tbk, PT Semen Andalas, PT Semen Padang, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, dan PT Semen Bosowa. Para produsen semen tersebut beramai-ramai menambah investasinya dengan cara membangun pabrik, memodifikasi lini produksi, dan merevitalisasi mesin guna mengantisipasi kekurangan (shortage) di pasar domestik pada 2012 sekitar lima juta ton.

Berdasarkan data rekapitulasi Kementerian Perindustrian (Kemenperin), pada periode Januari-Juni 2010, enam proyek investasi semen itu sudah mulai berjalan dan tinggal menunggu jadwal operasional.

"Proyek investasi semen yang paling baru dilakukan oleh PT Semen Gresik, PT Semen Bosowa, dan PT Semen Padang. Semen Gresik mulai membangun pabrik Tuban IV sekitar April 2010 dengan nilai US$ 350 juta," kata Direktur Industri Kimia Hilir Kementerian Tony Tanduk.

Sedangkan PT Semen Bosowa, lanjut dia, memulai ekspansi lini produksi di Maros, Sulawesi Selatan, senilai Rp 300 miliar pada akhir semester I-2010.

"Berdasarkan laporan yang kami terima, Semen Bosowa meningkatkan kapasitas produksi dari 5.500 ton per hari menjadi 6.500 ton per hari menjadi 6.500 ton per hari," ucapnya.

Dari enam produsen itu, tambahan investasi yang paling besar dilakukan oleh PT Semen Tonasa yang mulai membangun konstruksi pabrik baru, yaitu Tonasa V, di Pangkep, Sulawesi Selatan, berkapasitas 2,5 juta ton. Nilai proyek itu mencapai US$ 350 juta.

Tony menilai, penambahan kapasitas produksi itu perlu dilakukan mengingat Indonesia terancam kekurangan pasokan semen, jika pertumbuhan konsumsi melampaui 10% per tahun hingga 2012. Apalagi ekspansi dan pembangunan pabrik membutuhkan waktu 1-2 tahun untuk mencapai tahap operasional. "Pabrik baru Tonasa V akan berproduksi pada 2011. Sedangkan pabrik baru Tuban IV ditargetkan berproduksi 2012," paparnya.
 


SEKTOR MANUFAKTUR LAINNYA :