|
Dua emiten blue chip batu bara, PT Indo Tambangraya Megah Tbk dan PT Tambang Batu Bara Bukit Asam (Persero) Tbk membuka opsi untuk menerbitkan obligasi pada semester I/2010.
Direktur Indo Tambangraya Edward Manurung mengatakan perseroan menyiapkan opsi penerbitan obligasi itu sebagai salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan pendanaan, terkait dengan rencana mereka mengakuisisi perusahaan batu bara.
"Itu alternatif guna menutup pendanaan di samping kredit bank, ketika negosiasi akuisisi telah berlangsung. Jadi, kami nanti bisa melepas obligasi untuk menambah dana akuisisi yang diperlukan," ujarnya.
Sampai sekarang, lanjutnya, perseroan belum bisa memublikasikan perkembangan rencana akuisisi tersebut. Perseroan juga belum mengalokasikan dana untuk akuisisi itu dalam belanja modal 2010 US$ 101 juta dengan target produksi 23 juta ton.
Di tempat terpisah, Direktur Keuangan Bukit Asam Dono Boestami menyatakan besaran obligasi yang akan diterbitkan perseroan akan mencapai Rp 1,5 triliun-Rp 3 triliun. Dana hasil obligasi itu akan digunakan untuk pengembangan dan belanja modal.
"Selain dari bond, kami juga menjajaki pinjaman bank untuk belanja modal 2011. Beberapa bank yang sudah memberikan komitmennya a.l. PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia," katanya.
Bukit Asam membutuhkan US$ 350 juta untuk membiayai sejumlah proyeknya hingga 2014. Bukit Asam juga berencana mengakuisisi satu atau dua perusahaan tambang batu bara di Kalimantan Selatan pada tahun ini dengan dana awal Rp 1 triliun. |