|
(Sumatera Utara) PT Subur Sari Lastderich (SSL) membangun pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Meranti Utara berkapasitas 90 megawatt (3x30 MW) di Desa Meranti Utara Kecamatan Pintu Pohan Meranti. Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Sumut.
Direktur Utama PT SSL Nelson Matondang menjelaskan PLTA Meranti Utara sdirencanakan memakan waktu pembangunan paling lama 30 bulan dengan total investasi Rp 1,2 triliun.
"Pembangunan konstruksi akan dimulai Oktober 2010, karena saat ini masih menyelesaikan pelepasan lahan yang tersisa 1,5 hektare dari 39,5 hektare yang dibutuhkan," ujarnya.
Menurut dia, pembangunan PLTA Meranti Utara didasari oleh pertimbangan perlunya mendayagunakan sumber daya air Sungai Asahan sebagai sumber tenaga pembangkit listrik yang efisien, bermanfaat bagi masyarakat Tobasa bahkan Sumatra Utara.
Nelson menambahkan pihaknya juga membangun PLTA Simonggo I di Parlilitan kerja sama PT Mega Power Mandiri berkapasitas 3x2,5 MW dan PLTA di Desa Sitanduk, Kecamatan Tarabintang, Humbang Hasundutan, Sumut berkapasitas 25 MW.
"Pembangunan pembangkit listrik terutama tenaga air masih sangat dibutuhkan di seluruh Indonesia termasuk di Sumut yang sejalan dengan program pemerinah untuk membangun 10.000 MW tahap kedua," katanya.
Persiapan pembangunan PLTA Meranti Utara itu sudah melalui berbagai yaitu pembebasan lahan seluas 38 hektare, survei tanah dan debit air, studi kelayakan, desain hingga analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal).
"Kami sudah siapkan persyaratan yang dibutuhkan untuk pengajuan PPA (price purchasing agreement) kepada PT PLN. Kami sudah ajukan PPA namun belum ditanggapi dan akan diajukan lagi susulan kepada PT PLN," katanya. |