MY PROCUREMENT

NEWS DIRECT
  BUSINESS DISCUSSION

ADVERTORIAL
 
LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
 

 
 
 
SEKTOR LAIN:
Electricity
  Bakrie Power gandeng Kepco garap PLTU 2x100 MW
Infrastructure
  Proyek SPA Sunter disiapkan
Infrastructure
  Proyek pembangunan BKT paket-22 nilai Rp 230,172 Milyar
Mining
  Latinusa bidik pasar Australia
Manufaktur
  Semen Gresik bangun pembangkit WHRG
 
 
BREAKING NEWS
Fri, 30/07/2010
Stok gula aman hingga Mei 2011
Agriculture
(Jawa Timur) Stok gula untuk kebutuhan konsumsi nasional hingga Mei 2010 diprediksi aman, kendati produksi gula pada 2010 diperkirakan hanya 2,4 juta ton atau menurun dari taksasi awal sebesar 2,7 juta ton akibat musim yang tidak menentu.

Deputi Menko Perekonomian Bidang Pertanian dan Kelautan Diah Maulida mengatakan awalnya produksi gula pada 2010 diprediksi mencapai 2,7 juta ton, tetapi musim yang didak menentu menurunkan perkiraan menjadi hanya 2,4 juta ton.

"Akibat masih turunnya hujan pada siklus musim kemarau, rendemen tebu turun dan berpengaruh pula pada rendahnya produksi gula," katanya.

Meski begitu, dia meyakinkan, kebutuhan konsumsi gula sampai Mei 2011 masih aman dengan perkiraan stok gula sebanyak 1 juta ton sehingga masih mampu mencukupi kebutuhan gula di dalam negeri.

"Stok gula nasional pada 2010-Mei 2011 terbantu dengan sisa impor gula sebelumnya. Gula sisa impor itu masih ada sebanyak 450.000 ton. "Sementara, kebutuhan konsumsi gula per bulan berkisar 220.000 ton.

Dengan demikian, jika masih ada stok gula sampai Mei 2011 sebanyak 1 juta ton, masih aman untuk memenuhi kebutuhan konsumsi. "Harga gula memang naik. Tapi akan lebih fatal jika ketersediaan barangnya juga tidak terjamin, tidak ada."

Pada Agustus 2010, dia mengatakan akan dilakukan evaluasi terhadap realisasi produksi gula. Untuk pasokan gula Mei 2011-Mei 2012, di perkirakan masih dapat dipenuhi dari produksi gula pada tahun depan. Namun, jika perkiraan meleset, pemerintah tetap membuka peluang untuk importasi gula impor.
BACK
 


SEKTOR AGRICULTURE LAINNYA :