|
Pemerintah pusat berencana mengembangkan konsep transportasi massal untuk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) yang dinamakan Transjabodetabek.
"Konsep tersebut perluasan dari Transjakarta," kata Direktur Bina Sistem Transportasi Perkotaan Kementerian Perhubungan Elly Sinaga. Menurut dia, konsep ini digulirkan sebagai jawaban atas ketidakmampuan Transjakarta menjangkau pengguna di kota-kota satelit Jakarta.
Ia menjelaskan, dalam waktu dekat, angkutan Transjabodetabek diluncurkan pada rute yang terhubung dengan Kota Tangerang, yakni Terminal Poris Plawad-Terminal Kalideres. "Kemungkinan akhir tahun sudah beroperasi." Rute lain yang sedang digodok adalah Depok dan Bekasi. "Bulan ini akan ditentukan trayeknya," kata Elly.
Pola transportasi makro ini telah dibahas bersama pemerintah daerah sejak lama. Elly mencontohkan, pihaknya sudah sejak dua tahun silam membicarakan hal itu dengan pemerintah Tangerang.
Pemerintah Kota Tangerang pun menyiapkan langkah pengoperasian bus lane, bagian dari Transjabodetabek, pada Oktober 2010. Bus lane hanya akan menaikkan dan menurunkan penumpang di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, dan terminal khusus di Terminal Poris Plawad, yang sedang dipersiapkan. "Ada rencana dilanjutkan ke Harmoni," kata Wali Kota Tangerang Wahidin.
Ia menjelaskan, 25 bus akan dioperasikan menggunakan sistem terminal ke terminal. Sehingga di setiap terminal yang disinggahi mesti disediakan fasilitas penunjang, seperti park and ride.
Adapun jalur Transjabodetabek untuk Bekasi didesain menyambungkan akses tiga daerah, yakni Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, dan Jakarta Timur. Menurut Kepala Bidang Fisik Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Bekasi Effendi Arif, bus feeder akan dioperasikan dari samping jalan tol Jakarta Outer Ring Road 2 di Setu atau berbatasan Bekasi-Bogor ke Jalan Siliwangi, jalan tol Bekasi Barat, menuju Jakarta Timur menyusuri Kalimalang. |