|
Pemerintah Jepang membantu pembangunan fasilitas pengendali banjir lahar dari aktivitas Gunung Merapi di DI Yogyakarta. Proyek infrastruktur dengan ukuran layak secara teknis, ekonomi dan sosial itu bertujuan untuk mengurangi risiko bencana meletusnya Gunung Merapi.
Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Moch Amron mengungkapkan, kerja sama penanganan banjir lahar Gunung Merapi itu melibatkan Universitas Kyoto Jepang, Universitas Gadjah Mada, Kementerian PU, serta masyarakat di sekitar lokasi Gunung Merapi.
Pada tahap awal kerja sama, ungkap Amron, dilakukan di tiga lokasi sebagai pilot project, yaitu Desa Kemiren (Magelang), Desa Kepuharjo, dan Desa Sindumaratani di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. "Agar infrastruktur yang terbangun terpelihara dengan baik, maka dilibatkanlah masyarakat setempat," kata dia.
Menurut Amron, pemberdayaan masyarakat sekitar diupayakan sepraktis mungkin, atau mudah dipahami dan dipraktikkan di lapangan. Langkah ini diawali dengan pembentukan lembaga kemasyarakatan di tingkat desa, dengan kegiatan menyusun pedoman kerja pengurangan risiko bencana dan mengelola pemanfaatan material pasca letusan secara berkesinambungan.
Adapun pendekatan yang dipakai, kata dia, mengadopsi metode Yonmenkigi dari Jepang yang mengedepankan tata budaya masyarakat setempat. Namun, metode ini mengalami beberapa kali modifikasi. Kebersihan pemberdayaan terletak dari seringnya praktik dan menularkan pengetahuan yang ada kepada generasi berikutnya. |