LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
NEWS SEKTOR LAIN:
Properti
  ADHI kantongi proyek Rp 455 Miliar di Februari
Marine transportation
  DP World minta tambah konsesi
Oil & gas
  PGAS rampungkan proyek FSRU Lampung 2014
Electricity
  Riau targetkan produksi listrik 2.300 MW
Infrastructure
  Pemerintah diminta bangun tiga flyover di pantura
 
 

 


 
 




BREAKING NEWS
Mon, 26/07/2010
Bukit Asam tangani proyek US$ 2 Miliar
Mining

PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) memperkirakan total proyek yang saat ini tengah ditangani sekitar US$ 2 miliar. Penanganan proyek tersebut yang terbesar merupakan porsi proyek perusahaan di PT Bukit Asam Transpacific Railway (BATR) senilai US$ 1,5 miliar.

Sebelumnya, proyek Transpacific dianggarkan senilai US$ 1,3 miliar apabila tanpa biaya investasi untuk eksplorasi tambang. "Biaya US$ 1,3 miliar itu di luar biaya eksplorasi tambang kami. Kalau ditambah biaya penyewaan alat-alat berat untuk eksplorasi tambang di sekitar situ, ya sekitar US$ 1,5 miliar," jelas Sekretaris Perusahaan Bukit Asam Achmad Sudarto.

Dia mengungkapkan, perusahaan saat ini berada pada tahap pembebasan lahan. Apabila pembebasan lahan selesai akhir tahun, pembangunan rel kereta api (KA) sepanjang 307 kilometer (km) tersebut akan dimulai awal tahun depan. Bila sesuai target, pembangunan diproyeksikan rampung pertengahan 2014, dengan target angkut 22,7 juta ton batubara per tahun.

Untuk memenuhi kapasitas angkut tersebutlah, perseroan semakin gencar menambang di sekitar lokasi pembangunan KA, BATR saat ini dimiliki oleh Bukit Asam sekitar 10%, Rajawali Group 80%, dan China Railway Engineering Corporation sekitar 10%.

"Kami memiliki opsi untuk meningkatkan porsi kepemilikan di BATR menjadi 30%," jelas Sudarto. Namun hingga kini opsi penambahan saham itu belum direalisasikan Bukit Asam.

Selain BATR, Bukit Asam tengah memfinalisasi proyek dari Perusahaan Listrik Negara (PLN) Banjarsari senilai US$ 250 juta. Proyek tersebut merupakan proyek pembangkit tenaga uap (PLTU) di Kabupaten Lahat, Sumatera Utara. Pada proyek tersebut, perseroan memiliki porsi sekitar 59%.

"Kami segera mengerjakan proyeknya semester II ini. Untuk semester ini memang baru ada proyek yang kami pasti kami kerjakan," jelas Sudarto.

Menurut dia, purchae power agreement (PPA) PLN Banjarsari tersebut akan segera dikerjakan dengan target pasokan sekitar 1 juta ton batubara per tahun. Selain proyek tersebut, saat ini Bukit Asam tengah membangun pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Tanjung Enim, Sumatera Selatan berkapasitas 3x10 megawatt (MW).

Proyek tersebut saat ini telah rampung sekitar 55%. Dengan dibangunnya PLTU tersebut, perseroan dapat melakukan efisiensi biaya sebesar US$ 3,3 juta per tahun.

"Nilai investasinya total sekitar US$ 41 juta dan sekarang ini dana yang sudah dihabiskan sekitar US$ 22 juta," tambah Sudarto.

Sudarto memperkirakan, tahun ini harga rata-rata batubara akan dipatok sekitar US$ 60-70 per ton, baik untuk pasar domestik maupun ekspor. Sementara itu selama 2009, harga jual rata-rata batubara sekitar US$ 75 per ton.
 
NEWS SEKTOR MINING LAINNYA :


INFO TENDER RELATED :
Jumlah Total Tender (19-04-2014) : 226
JUDUL TENDER (19-04-2014) :
Dapatkan ribuan informasi detail tender lainnya ...
 

 
All Rights Reserved Copyright 2012 PT. Tender Indonesia Commercial, design by AbelPutra.com