LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
SEKTOR LAIN:
Mining
  Ekspor timah Babel capai US$ 121 Juta
Keuangan
  2010, Pelni terima dana PSO Rp 600 Miliar
Oil & gas
  PGN siapkan dana akuisisi US$ 1 Miliar
Infrastructure
  Pemkot Bandung tawarkan instalasi sampah Rp 622,48 Miliar
Electricity
  RI butuh tambahan pembangkit listrik 3.000 MW
 
 

 
 
 


BREAKING NEWS
Wed, 21/07/2010
Proyek Taman Ria belum memiliki amdal
Tourism

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan belum ada analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) untuk rencana pembangunan pusat belanja atau mal di kawasan Taman Ria Senayan, Jakarta Selatan. "Yang jelas, amdal belum ada kalau mau dijadikan mal," kata Fauzi.

PT Ariobimo Laguna Perkasa dan Yayasan Bhakti Ria Pembangunan Kompleks Taman Ria Senayan berencana merekonstruksi Taman Ria Senayan menjadi kawasan terintegrasi, termasuk pusat belanja, yang akan menemani lima mal berkelas yang sudah ada di kawasan itu, seperti Ratu Plaza, Mal FX, Plaza Senayan, Senayan City, dan Senayan Trade Center.

Menurut Dinas Penataan dan Pengawasan Bangunan DKI Jakarta Hari Sasongko, proyek ini tinggal menunggu amdal dari pihaknya. Aspek yang dilihat, kata dia, adalah studi kelayakan ekologi, sosial budaya, ekonomi, dan kesehatan masyarakat.

Sedangkan semua perlengkapan administrasi, seperti surat kepemilikan tanah, sudah dipenuhi pihak pengembang. Namun Dinas Penataan belum memberi izin karena belum ada amdal. "Amdal digunakan untuk pengambilan keputusan," ujar Hari.

Sementara itu, Kepala Dinas Tata Ruang DKI Jakarta Wiriyatmoko mengatakan realisasi pembangunan Taman Ria Senayan bisa dilakukan asalkan tidak melebihi batas koefisien dasar bangunan.

"Tidak boleh lebih dari 20 persen," ujarnya. Berdasarkan rencana tata ruang Kota Jakarta, kata Wiriyatmoko, lahan yang dulu akrab disebut Taman Ria Remaja itu hanya boleh dibuat menghadap ke arah Senayan. "Sedangkan lahan yang beririsan dengan Jalan Gatot Soebroto harus tetap dijadikan taman."

Menurut Wiriyatmoko, jika tempat itu sudah berdiri, warga Jakarta tidak perlu takut akan terjadi kemacetan lalu lintas di kawasan ini. "Karena sebelumnya sudah melalui analisis traffic terlebih dulu," ujarnya.

Adapun Kepala Bidang Pemanfaatan Ruang Kota Dinas Tata Ruang Martanti Ningsih menjelaskan bahwa proyek ini akan membangun gedung pertokoan dan bioskop serta fasilitas rekreasi sebanyak enam blok, yang akan dibangun di tanah seluas 105,280 ribu meter persegi di Taman Ria Senayan. "Wisata belanja ini akan bersanding dengan sarana rekreasi," ujarnya.

Martanti menjelaskan, pusat hiburan ini memiliki batas luas lantai dasar bangunan setinggi empat lantai. Banyaknya bangunan, kata dia, cuma 10 persen dari total luas tanah yang dipakai. Sisanya adalah ruang terbuka hijau dan danau. "RTH (ruang terbuka hijau)-nya mencapai 61,28 persen."

Rencananya, lahan parkir yang dibangun juga tanpa perkerasan. Lahan yang dapat menampung 658 kendaraan roda empat itu akan memakai conblock agar bisa menyerap air dengan baik.

"Pokoknya kami pro dengan konsep hijau," ujarnya.
 


SEKTOR TOURISM LAINNYA :