LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
SEKTOR LAIN:
Electricity
  Akhirnya proyek PLTA Rp 4,6 T dibangun di Lembah Baliem
Air transportation
  CN-295 perkuat alutsista TNI AU
Electricity
  12 Proyek PLTU rampung tahun ini
Infokom
  Operator investasi Rp 2 Triliun perluas jaringan
Oil & gas
  Investasi Hemoco naik jadi US$ 6 M
 
 
 
 
 


BREAKING NEWS
Tue, 13/07/2010
Geber proyek Tayan Rp 3,5 Triliun
Infrastructure

Sepanjang semester pertama 2010, PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mencatat laba bersih Rp 126,5 miliar. Itu berarti mengalami lonjakan sebesar 35,53 per sen dibanding edisi sama tahun lalu dilevel Rp 93,34 miliar. Kenaikan itu, dipicu aksi efisiensi yang sukses ditekan perseroan. "Target ini sesuai ekspektasi. Artinya, kami telah mencapai 50 persen target laba bersih sebesar Rp 253 miliar sepanjang tahun ini," ungkap Natal Argawan, sekretaris perusahaan WIKA.

Fakta itu membuat perseroan optimistis mencapai target pendapatan sepanjang tahun ini. Di mana perseroan membidik pendapatan sebesar Rp 8 triliun. Target sebesar itu bakal tercapai mengingat perseroan telah merengkuh beberapa proyek bernilai triliun. "Selain itu, laba bersih yang kami targetkan Rp 253 miliar juga akan terlampau," lanjut Natal.

Optimistis perseroan itu didukung sejumlah proyek yang dikerjakan sepanjang tahun ini. Pada Mei misalnya, mendapatkan kontrak proyek infrastruktur senilai Rp 2,1 triliun dari target kontrak yang dicanangkan hingga akhir tahun sebesar Rp 10,08 triliun. "Artinya, per Mei perseroan tengah mengerjakan proyek sebesar Rp 12,82 triliun atau mencapai 61,63 persen dari target orderbook senilai Rp 20,80 triliun," ungkapnya.

Selain itu, saat ini sebut Natal, perseroan tengah menunggu pembagian porsi pengerjaan proyek Chemical Grade Alumina (CGA) di Tayan, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Proyek bernilai Rp 3,5 triliun itu merupakan milik PT Indonesia Chemical Alumina (ICA), anak usaha PT Aneka Tambang Tbk (Antam). "Total nilai proyek tersebut mencapai senilai USD 350 juta," imbuhnya.

Untuk menggeber proyek Tayan itu, perseroan akan digarap dengan skema joint operation (kerja sama). Join operation itu melibatkan perseroan dengan perusahaan asal Jepang, Tsukishima Kikai Co.Ltd., dan PT Nusea. "Porsinya, sedang kami tunggu berapa pasnya. Termasuk pendanaan masing-masing," ucapnya.

Sementara itu untuk mengembangkan unit bisnis lain di bidang konversi energi, pada tanggal 18 Juni 2010 lalu, perseroan mendirikan anak perusahaan baru PT WIKA Intrade Energi dengan menempatkan diri sebagai pemegang saham mayoritas sebesar 99 persen. "Saat ini perusahaan bentukan baru itu menghasilkan penjualan sebesar Rp 40 miliar," pungkas Natal.
 


SEKTOR INFRASTRUCTURE LAINNYA :