|
Setelah sempat tertekan pada April, ekspor kakao Indonesia berhasil mencatat kenaikan signifikan sebesar 180% pada Mei dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai ekspor kakao pada Mei menembus US$ 150 juta, melonjak drastis dibandingkan dengan April.
Penguatan nilai ekspor pada Mei tersebut berdampak pada nilai ekspor kakao secara kumulatif selama periode Januari-Mei 2010 yang berhasil mencapai US$ 605 juta, naik 45% dibandingkan dengan Janurai-Mei 2009 sebesar US$ 416 juta.
Muchtar, Plt Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan, mengatakan peningkatan nilai ekspor tersebut mengindikasikan bahwa dugaan menurunnya nilai ekspor kakao akibat pemberlakukan bea keluar (BK) kakao tidak terbukti.
"Kalau pada April turun, itu wajar karena ada masa transisi implementasi kebijakan terbaru. Jadi, implementasi BK kakao itu tak menurunkan nilai ekspor kakao kita, malahan nilai ekspor meningkat," katanya.
Seperti diketahui, volume ekspor kakao pada April turun 67,79% dari sekitar 50.090 ton menjadi 16.133 ton.
Penurunan volume ini juga berdampak pada ekspor kakao dari US$ 148 juta menjadi US$ 53,6 juta, sehingga mencatat penurunan 63,79%. |