|
PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) tengah menjajaki pinjaman perbankan senilai US$ 15 juta. Pinjaman itu akan dipergunakan untuk membiayai pembuatan 6 set tug boat and barge atau kapal tongkang.
"Kami sudah melakukan penjajakan, tapi identitas bank belum bisa kami sebutkan sekarang," ucap Presiden Direktur HITS Bagoes Krisnamoerti.
Namun, pembuatan kapal tongkang itu kemungkinan tidak dapat selesai seluruhnya tahun ini. Hingga akhir tahun, HITS menargetkan dapat membuat 4 set. Itu pun jika sumber pendanaan yang diharapkan dari perbankan bisa diperoleh dengan lancar.
Sekedar catatan, selama ini HITS memiliki hubungan dekat dengan sejumlah bank lokal, di antaranya Bank Bukopin dan Bank Bumiputra. Sebab itu, Bagoes optimistis bisa meraih pinjaman perbankan.
Pinjaman tersebut rencananya tidak akan dicairkan sekaligus, namun secara bertahap hingga tahun depan. "Kami harapkan sudah bisa mencairkan sebagian pinjaman dalam dua atau tiga bulan ke depan," papar Bagoes.
Awal tahun ini, HITS sudah menambah satu armada kapal tanker kimia yang diberi nama Griya Forest. Kapal yang digunakan untuk mengangkut ethanol milik PT Kaltim Ethanol Indonesia ini berkapasitas 2.200 dwt. Untuk membeli kapal yang bersandar di Bontang ini, HITS harus merogoh kocek senilai US$ 2,8 juta.
HITS juga baru saja menyelesaikan pembuatan satu set kapal tongkang dengan ukuran 300 kaki. Kapal ini akan dioperasikan di Bontang untuk mengangkut batubara dengan kapasitas 8.500 ton. HITS mengeluarkan dana investasi sebesar US$ 2,5 juta untuk kapal ini. Pendanaannya juga berasal dari pinjaman bank.
Bagoes menyebutkan, HITS masih berambisi untuk terus menambah jumlah armadanya. Mereka berencana menambah kepemilikan kapal tanker hingga 11 unit. Namun niatan HITS untuk melebarkan sayap di bisnis pelayaran itu sepertinya masih butuh waktu yang cukup lama hingga bisa direalisasikan.
Pasalnya, dana yang dibutuhkan untuk menambah armada itu cukup besar. Satu unit kapal tanker yang mereka incar dengan bobot 17.500 dwt butuh dana investasi sekitar US$ 5 juta hingga US$ 10 juta. Artinya, HITS butuh dana investasi hingga mencapai US$ 110 juta.
Sedangkan kas HITS yang tercatat hingga akhir Maret 2010 hanya sebesar Rp 421,63 miliar. Dengan demikian, HITS harus berpikir mengenai sumber pendanaan untuk membiayai aksi korporasi mereka itu. Bagoes pun belum bisa menyebutkan target waktu penambahan armada itu bisa tercapai. Realisasi pembelian akan sangat bergantung pada pendanaan. |