|
PT Krakatau Steel (Persero) (KS) berpeluang memiliki saham hingga 45% dalam perusahaan patungan yang didirikan bersama Pohang Iron and Steel Company (Posco). Usaha patungan membuat investasi di sektor baja melonjak.
Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan bahwa saat ini KS baru memiliki 30% saham di perusahaan patungan bersama Posco, asal Korea Selatan. Namun, perusahaan baja milik pemerintah ini bisa menaikkan hingga 45% setelah konstruksi pabrik selesai.
"Posco memang tetap menjadi mayoritas, dan KS saat ini masih 30%. Setelah selesai konstruksi, kepemilikan KS bisa naik hingga 45% dalam perusahaan joint venture yang akan didirikan," ujarnya.
Perusahaan joint venture diproyeksikan membutuhkan dana investasi sebesar US$ 6 miliar.
Kedua perusahaan meneken kerja sama pada tahun lalu. Dalam memorandum of agreement (MoA) disepakati bahwa pembangunan pabrik akan dilakukan dalam dua tahap.
Pada tahap I, akan didirikan pabrik plate mill dengan kapasitas produksi 3 juta ton. Pabrik ini mulai dibangun sekitar Agustus 2010 dan diharapkan mulai beroperasi komersial pada 2013.
Pabrik patungan ini akan menempati lahan seluas 350 hektare di Cilegon, Banten. Pengerjaan konstruksi pabrik (civil works) untuk seluruh tahap diperkirakan memakan waktu 33-60 bulan.
Dia memastikan pelaksana proyek terdiri dari PT Krakatau Engineering dan Posco Construction and Engineering. Pabrik ini akan mendapatkan pasokan bahan baku berupa lumps iron ore/natural ore dari Australia.
Sementara itu, untuk pembangunan tahap II, akan dimulai pada 2012. Jika selesai, sekitar 30% (sekitar 2 juta ton) dari total kapasitas produksi akan diekspor. |