LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
SEKTOR LAIN:
Oil & gas
  Pemerintah teken 14 kontrak migas
Manufaktur
  Epson siap relokasi pabrik ke Indonesia
Marine transportation
  Saatnya mendukung industri kapal fiber
Properti
  Sentul City bangun 5 tower rusunami 2014
Infrastructure
  Kapasitas trans-Kalimantan ditingkatkan
 
 
 
 
 


BREAKING NEWS
Mon, 28/06/2010
Komipo garap PLTU Tanjung Jati B
Electricity

Konsorsium PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB), anak perusahaan PT PLN (Persero) dan Korean Midland Power Company (Komipo), BUMN listrik Korea bagian tengah, akhirnya memenangi tender operasi dan pemeliharaan PLTU Tanjung Jati B unit 3 dan 4.

Sesuai dengan kontrak kerja atau O/M (operation and maintenance) Agreementnya senilai Rp 3,78 triliun selama 20 tahun operasi, konsorsium PJB dan Komipo akan mendapatkan pembayaran sebesar Rp 18,25 per kWh tanpa biaya suku cadang sebagai upah pengoperasian dan pemeliharaan pembangkit tersebut.

Direktur Utama PLN Dahlan Iskan mengungkapkan keterlibatan PJB sebagai operator pembangkit yang dimiliki oleh Sumitomo Corporation melalui anak perusahaannya PT Central Java Power, sebagai bentuk keinginan kuat PLN agar proyek berskala besar itu tidak jatuh ke tangan asing sepenuhnya.

Pasalanya, kata dia, skema kerja sama atas pengelolaan proyek pembangkit listrik tersebut menggunakan sistem leasing (BLO/built leasing and operation), yakni PLN menyewa instalasi pembangkit kepada PT Central Java Power selama 20 tahun masa sewa, sebelum instalasi pembangkit diserahkan kepemilikannya kepada perusahaan setrum pelat merah itu.

"Jadi sementara ini kepemilikannya masih di tangan Jepang dan PLN menyewanya. Nanti setelah 20 tahun operasi, baru menjadi miliknya PLN. Yang jelas, share sebagai operator dalam konsorsium PJB dengan Komipo itu sebesar 49%:51%," kata dia.

Menurut dia, proyek PLTU Tanjung Jati B unit 3 dan 4 yang mulai dibangun sejak penandatanganan Financial Closing pada 25 Februari 2009, memerlukan waktu 35 bulan untuk unit 3 dan 38 bulan untuk unit 4. Unit 3 direncanakan beroperasi pada Januari 2012 dan unit 4 pada april 2012.

Pendanaan untuk kedua unit berkapasitas 2x600 MW yang diperkirakan menelan biaya lebih kurang 200 miliar Yen itu didapat dari lender Japan Bank for International Coorporation (JBIC), Bank of Tokyo Mitsubhisi UFJ, Sumitomo Mitsui Banking Corporation, dan BNP Paribas.

Dahlan mengatakan penunjukan konsorsium PJB dan Komipo sebagai operator melalui proses tender itu memang dilakukan sejalan dengan pembangunan proyek supaya kedua perusahaan mengerti dan memahami operasional pembangkit tersebut.

"Jadi nanti, operator bisa mengikuti proses pembangunannya sehingga ketika beroperasi, mereka (operator) sudah pahamlah."

Sementara itu, untuk PLTU Tanjung Jati B unit 1 dan 2 (2x660 MW) yang telah beroperasi kurang lebih 10 tahun, Dahlan menjelaskan, pekerjaan engineering, procurement, and construction (EPC)nya dilakukan oleh Sumitomo Wasamitra Joint Operation dan Sumit Power Development Limited.

Adapun operasional dan pemeliharaannya, dipercayakan kepada PT Tanjung Jati B Power Service, perusahaan konsorisum antara PT Medco Power Indonesia, Fortumn (Finlandia), dan Gajendra.

Proyek yang menelan investasi US$ 1,65 miliar itu juga menggunakan skema kontrak sewa guna usaha, PT Central Java Power bertindak sebagai lessor (penyedia dana) meleasingkan PLTU Tanjung Jati B kepada PLN selama 23 tahun operasi. PLN selaku leesee kemudian berkewajiban membayar biaya leasing.

"Saat ini PLTU Tanjung Jati B unit 1 dan 2 sudah beroperasi dan setelah 23 tahun, baru bisa menjadi miliknya PLN. Sekarang kita masih sewa kepada Jepang," tutur Dahlan enggan merinci besaran sewanya.

Untuk diketahui, PLTU Tanjung Jati B sinkron ke sistem kelistrikan Jawa Bali sejak 18 April 2006 (Unit 1) dan 6 Juni 2006 (Unit 2). Selanjutnya beroperasi komersial ditandai COD (commercial operation date) pada 1 Oktober 2006 (Unit 1) dan 1 November 2006 (Unit 2).
 


SEKTOR ELECTRICITY LAINNYA :