|
(Palembang) Pemerintah Kota Palembang akan mengambil alih pengelolaan Pasar 16 Ilir dari pengelola saat ini, PT PM yang dinilai oleh pemkot kurang maksimal memberi kontribusi ke kas daerah.
Kepala Perusahaan Daerah pasar Kota Palembang, Syarifuddin Azhar, mengatakan setelah pengambilalihan pengelolaan, pemkot akan merenovasi pasar itu terutama lantai 4 dengan 600 kios dan 5 dengan 400 kios.
"Kami akan bekerja sama dengan Bank Eksekutif untuk menyelesaikan sisa tunggakan yang belum diselesaikan pihak PT PM senilai Rp 7 miliar," katanya.
Syarifuddin menjelaskan sehubungan kesediaan Bank Eksekutif untuk menyelesaikan tunggakan utang PT PM itu, pemkot akan menggandeng bank swasta itu untuk terlibat langsung dalam pengelolaan pasar tersebut.
"Jumlah lapak yang sudah terisi di dua lantai itu baru sekitar 100-200 unit. Berarti ada sekitar 400 lapak lagi yang belum dimanfaatkan dan masih dapat dijual," katanya.
"Satu lapak dijual di bawah Rp 100 juta, terhitung sebagai hak pakai hingga 2016 mendatang. Kalau kios di lantai 1-3 harganya Rp 100 juta per lapak. Khusus untuk lantai 4 dan 5 bisa lebih murah," tambahnya.
Untuk menarik minat calon pembeli, sambung dia, pihak Bank Eksekutif bersedia memperbaiki lift yang saat ini tidak berfungsi dengan perkiraan dana sekitar Rp 3 miliar. Dengan perbaikan fasilitas itu, diharapkan lapak yang belum terjual segera diminati oleh pembeli.
"Tidak tertutup kemungkinan masuknya investor baru yang berminat menjadi pengelola. Lokasi pasar ini sangat strategis, sehingga menguntungkan untuk investasi." |