|
Proyek kelistrikan di tanah air cukup seksi bagi investor. Buktinya, The Export-Import Bank of the U.S. atau Bank Exim Amerika Serikat (AS) bersedia memberi pinjaman kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk membiayai proyek pembangkit setrum.
Direktur Utama PLN Dahlan Iskan menuturkan, pada Kamis (17/6) pekan lalu, pihaknya telah bertemu dengan para petinggi Bank Exim AS. Dalam pertemuan itu, Bank Exim AS menyatakan mintanya untuk mendukung perusahaan setrum pelat merah tersebut dalam meningkatkan kapasitas listrik.
Awalnya, Dahlan bilang, Bank Exim AS bertanya tentang program PLN untuk memajukan pelistrikan Indonesia. Akhirnya, "Mereka menyatakan minat untuk ikut mendanai proyek PLN," katanya.
Menurut Dahlan, Bank Exim AS kepicut membiayai proyek listrik lantaran melihat PLN serius mengajukan perlistrikan negara kita. PLN pun menyambar kesempatan itu dengan menawarkan proyek-proyek penyediaan tenaga listrik.
Misalnya saja, PLN menawarkan supaya Bank Exim AS ikut mendanai proyek listrik ramah lingkungan, yakni pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA). "Kami juga menawarkan mekanisme kerjasama lewat independent power producer (IPP), yaitu listrik swasta," ujar Dahlan.
Presiden Direktur Bank Exim AS Fred P. Hochberg mengatakan, pihaknya tertarik membiayai proyek kelistrikan di Indonesia terutama Proyek Pembangkit Listrik 10.000 Megawatt (MW) Tahap II. Sebab, separuh dari kapasitas penghasil setrum tersebut bakal menggunakan tenaga panas bumi alias geotermal. "Kami tertarik karena Indonesia punya potensi menjadi penyuplai energi yang besar sehingga bakal menjadi leader energi terbarukan," kata dia.
Namun, baik Dahlan maupun Hochberg menyatakan, belum ada komitmen yang mengikat antara PLN dan Bank Exim AS. Jadi," Belum ada angka, mereka tidak bisa mengambil keputusan begitu saja, harus ada kajian dan pembahasan lebih lanjut dulu," ujar Dahlan.
Setidaknya, Dahlan menambah, Bank Exim AS bersedia menggelar pertemuan lanjutan dengan PLN. Ia yakin, Bank Exim AS akan menyalurkan pembiayaan dalam jumlah besar. "Kalau optimistis 100% mereka masuk, mungkin nilainya sekitar Rp 50 triliun," katanya.
Catatan saja, Bank Exim AS sudah memberikan pembiayaan perbankan di Indonesia melalui 11 bank senilai total US$ 1 miliar, yang dapat dipakai untuk berbagai keperluan proyek terkait pembelian barang-barang dari AS. |