LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
SEKTOR LAIN:
Land transportation
  Bangun monorel, PT Jakarta Monorail butuh Rp 7 Triliun
Marine transportation
  Investasi kapal niaga tumbuh 54%
Oil & gas
  Lapangan Ruby akan pasok 100 Juta kaki kubik per hari
Electricity
  PLN siapkan investasi Rp 3,35 Triliun buat tambah daya tahun ini
Marine transportation
  Pertamina akan buka tender kapal
 
 

 
 
 


BREAKING NEWS
Thu, 17/06/2010
Pengerukan Musi sedot Rp 28 M
Infrastructure

(Palembang) Proyek pengerukan alur Sungai Musi yang mengalami pendangkalan sedang ditenderkan. Ini diungkapkan Kepala Administrasi Pelabuhan (Adpel) Palembang, Sugiono.

"Mudah-mudahan dalam bulan ini bisa selesai dan langsung mulai pengerjaan," katanya. Ia berharap pelaksanaan pengerukan tahun ini terealisasi. Sebab, tahun lalu sebenarnya telah dialokasikan Rp 29 miliar. Proses tender pun telah dilakukan, namun proyek pengerukan alur Musi ini tidak jadi dilaksanakan. Penyebabnya, tender pertama harus diulang. Menurut Sugiono, pihaknya menerima dana untuk pengerukan itu di penghujung tahun.

Karena mepet, Adpel Palembang langsung membuka tender. "Sayangnya, tender pertama harus kita ulang. Nah, untuk mengulangnya tidka cukup waktu lalu sehingga proses pengerukan Musi tahun ini tidak bisa dilaksanakan," bebernya.

Dengan batalnya tahun lalu, ia hanya berharap proyek ini tidak 'dibintangi' (ditandai dengan bintang, tanda belum pasti) oleh pemerintah pusat. Sebab, kalau dibintangi lagi bisa-bisa pengerukan alur Sungai Musi tidak bisa dilaksanakan karena dananya tidak dianggarkan pusat.

"Untungnya ada dianggarkan. Tahun ini pagu anggaran yang dialokasikan pemerintah pusat melalui APBN untuk pengerukan alur Sungai Musi ini besarnya sekitar Rp 28 miliar," imbuh Sugiono. Dana itu untuk perngerukan satu juta meter kubik lumpur sedimentasi di Sungai Musi.

Pendangkalan Sungai Musi akibat sedimentasi lumpur mencapai 40 cm per bulan. Jika tidak dilakukan pengerukan, maka akan menghambat jalur pelayaran kapal yang keluar masuk Sungai Musi. Saat ini saja, kapal-kapal bertonase besar terpaksa 'parkir' di ambang luar karena tidak bisa merapat lebih dekat ke pelabuhan saat surut.
 


SEKTOR INFRASTRUCTURE LAINNYA :