|
Pemprov DKI Jakarta menargetkan proyek jalan layang koridor Satrio-Kampung Melayu dan Blok M-Antasari mulai dibangun September untuk mengurai kemacetan lalu lintas di dua ruas tersebut.
Kedua proyek baru itu dibangun dengan anggaran tahun jamak senilai Rp 2,1 trliun, terdiri dari Rp 1,3 triliun untuk koridor Antasari dan Rp 800 miliar untuk Satrio.
Kepala Dinas Tata Ruang DKI Jakarta Wiriyatmoko mengatakan Pemprov DKI sudah bisa memulai pembangunan proyek infrastruktur itu sekitar September karena alokasi anggaran sudah tersedia pada APBD 2010.
"Hanya berapa nilai proyek itu, yang lebih tahu Dinas Pekerjaan Umum karena mereka yang membawahinya. Kedua proyek itu diharapkan bisa mengurangi kemacetan di kedua ruas itu yang selama ini sangat tinggi," katanya.
Menurut dia, proses persiapan proyek jalan umum itu relatif tidak berat karena tidak perlu membebaskan lahan luas yang selama ini sering menjadi momok. Dalam hal ini, lanjutnya, jalan itu dibangun secara bersusun dengan jalan yang telah ada sehingga tidak membutuhkan pembebasan lahan lagi.
Pemprov DKI Jakarta diketahui tengah melelang pekerjaan proyek itu dengan prioritas pekerjaan tahap awal sebanyak 3,5 km di ruas Kampung Melayu-Tanah Abang. Jalan layang itu dibangun dengan rancang sesuai dengan standar jalan raya dengan lebar 9 meter dan tinggi 12 meter dari jalan di bawahnya.
"Jalan itu diharapkan selesai dibangun dalam jangka waktu 2 tahun hingga 3 tahun dengan menggunakan alokasi dana tahun jamak," katanya |