LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
SEKTOR LAIN:
Infrastructure
  Jasa Marga perlebar tol Purbaleunyi
Manufaktur
  Shandong gandeng Vorich bangun pabrik US$ 500 Juta
Infrastructure
  Anggaran infrastruktur Sulsel butuh Rp 500 Miliar
Manufaktur
  Wika investasi Rp 263 Miliar di Sarana Karya
Land transportation
  Trans Jogja butuh dana tambahan Rp 36 Miliar
 
 
 
 
 


BREAKING NEWS
Thu, 10/06/2010
Iran siap memasok minyak mentah untuk pabrik nafta
Petrochemical

Proyek pengolahan (refinery) bahan baku oleokimia yang direncanakan Kementerian Perindustrian berjalan mulus. Untuk tahap awal, pemerintah menggaet komitmen pasokan minyak mentah dari Iran untuk pabrik di Banten.

Menteri Perindustrian M.S. Hidayat mengatakan, pemerintah Iran berjanji memasok minyak mentah sebanyak 300.000 barel per hari. Dengan demikian, satu dari tiga refinery akan segera dibangun untuk memenuhi kebutuhan nafta. Nafta adalah bahan baku industri oleokimia yang sebagian besar masih di impor. Selama ini, kebutuhan nafta Indonesia mencapai 2,7 juta ton per tahun.

Sekitar empat tahun silam, Iran telah menyepakati perjanjian pembangunan refinery ini dengan PT Pertamina. "Indonesia akan menyiapkan tanah sedangkan modal patungan berbagai pihak," kata Hidayat. Menurut dia, pembangunan refinery ini sangat penting bagi Indonesia. Selain nafta, pabrik ini juga bisa memproduksi bahan bakar minyak yang dibutuhkan Pertamina.

Sebelumnya, Direktur Industri Kimia Hulu Kementerian Perindustrian Alexander Barus mengatakan, hingga tahun 2014, Indonesia akan memiliki tiga refinery baru untuk menyuplai kebutuhan nafta dalam negeri. Lokasinya di Cilegon, Banten; Bontang Kalimantan Timur dan Tuban, awal Timur. Kapasitas produksi setiap refinery ini 600.000 ton per tahun dengan nilai investasi US$ 4 miliar per unit.
 


SEKTOR PETROCHEMICAL LAINNYA :