LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
SEKTOR LAIN:
Info tender
  244 tender proyek
Keuangan
  Kemenpora salurkan dana SEA Games
Oil & gas
  Perusahaan asing kuasai 70% sumur migas RI
Marine transportation
  Butuh 24 kapal besar atasi antrean di Merak
Electricity
  PLN dapat porsi garap 21 pembangkit
 
 

 
 
 


BREAKING NEWS
Mon, 07/06/2010
Target produksi CPO pada 2020 harus diamankan
Agriculture

(Yogyakarta) Pemerintah dan kalangan pengusaha perkebunan sepakat mengamankan target produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) sebanyak 40 juta ton pada 2020 kendati ada komitmen moratorium alih fungsi hutan dan lahan gambut.

Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joefly Bachroeny menyatakan pengusaha akan duduk bersama dengan pemerintah untuk menentukan rencana aksi terkait moratorium.

"Pekan-pekan ini akan jelas arah moratorium seperti apa. Namun kami dan pemerintah kemarin dalam beberapa diskusi sudah sama-sama mengerti jika target produksi 40 juta ton harus tetap dicapai," katanya.

Ketua Bidang Hubungan Internasional Gapki Purboyo Guritno menambahkan komitmen moratorium ini tidak mengganggu kinerja perkebunan. "Kami sudah lega karena ditegaskan perkebunan kelapa sawit aman dari moratorium."

Dia menuturkan penghentian konversi hutan primer, meski tanpa moratorium, memang sudah dilakukan. Sementara, pengelolaan lahan gambut juga sudah sesuai dengan peraturan menteri yang tidak ada perubahan.

Karena itu, lanjut dia, kebijakan penghentian sementara alih fungsi hutan menyusul kesepakatan kerja sama RI-Norwegia justru akan mendukung upaya membangun perkebunan yang lestari.

Namun, Joefly mengisyaratkan harus ada perhitungan yang pasti dan arahan yang jelas agar sektor kelapa sawit benar-benar tidak terintervensi komitmen yang dicetuskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belum lama ini.

"Agar target 40 juta ton itu tidak terganggu kan harus ada perhitungan yang jelas berapa lahan yang masih bisa digarap. Ada 1,9 juta area berizin yang belum digarap, mungkin bisa diintensifkan. Dengan sekarang 7,3 juta hektare sawit, untuk mencapai 40 juta ton yang aman butuh sekitar 10 juta hektare-12 juta hektare."

Selain ekspansi areal baru, lanjutnya, upaya intensifikasi lahan juga dapat membantu peningkatan produksi CPO nasional.

Tanpa peningkatan produksi, tuturnya, Indonesia tidak bisa memenuhi kebutuhan minyak nabati yang terus naik.

Dia memperkirakan kendati konversi lahan sementara dihentikan selama 2 tahun hingga 2013, Indonesia masih memiliki cukup waktu untuk mengejar ekspansi. Dalam waktu 7 tahun hingga 2020, areal baru yang ditanam paska moratorium diasumsikan sudah mulai berproduksi karena pohon sawit sudah mulai berbuah pada umur 3 tahun.

Di sisi lain, Ambono mengatakan isu-isu lingkungan, seperti jejak karbon dan jejak air, seharusnya diperbandingkan juga dengan efek pembangunan sosial dan infrastruktur kemasyarakatan yang dilakukan oleh perkebunan melalui corporate social responsibility (CSR).
 


SEKTOR AGRICULTURE LAINNYA :