LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
NEWS SEKTOR LAIN:
Air transportation
  Radar baru di bandara Soetta beroperasi 2012
Oil & gas
  15 Investor asing minati produksi converter kit
Oil & gas
  Medco perpanjangan tiga blok
Air transportation
  Riau airlines tambah 30 pesawat
Geothermal
  Proyek panas bumi Bonjol Pasaman segera ditender
 
 

 

 
 




BREAKING NEWS
Fri, 04/06/2010
Anggaran MRT bertambah Rp 1 T
Land transportation

Proyek Mass Rapid Transit (MRT) tahap I bertambah panjang dari 14,5 km menjadi 15,5 km yang semula dari Lebak Bulus-Dukuh Atas, bergeser menjadi Lebak Bulus-Bunderan HI. Akibatnya, anggaran yang dibutuhkan membengkak Rp 1 triliun dari semula 120,02 miliar yen atau sekitar Rp 11 triliun.

"Benar, rute MRT tahap pertama akan ditambah sepanjang satu kilometer yang otomatis akan menambah satu stasiun di depan Bundaran HI. Kemungkinan dana akan bertambah lagi di atas Rp 1 triliun untuk penambahan jarak rute dan pembangunan satu stasiun baru," kata Dirut PT MRT Jakarta Tribudi Rahardjo.

Anggaran sebesar itu merupakan pinjaman dari Japan Bank for International Cooperation (JBIC). Dengan adanya penambahan stasiun serta perpanjangan rute, PT MRT akan menghitung ulang besarnya anggaran pembangunan MRT rute baru tersebut dan akan menyampaikan kepada Pemprov DKI Jakarta, Departemen Perhubungan, dan JBIC untuk dibahas secara bersama.

Menurut Tribudi, perubahan rute tersebut otomatis akan mengubah rute MRT tahap II yang semula melayani rute Dukuh Atas-Kampung Bandan, kini berubah menjadi Bunderan HI-Kampung Bandan. Perubahan rute itu juga akan dibicarakan dengan dua konsultan desain dasar kedua koridor tersebut agar selekasnya diadakan penyesuaian.

"Ini harus dibicarakan, karena konsultan desain dasar untuk dua koridor tersebut berbeda. Karena itu harus ada penyesuaian, jangan sampai kami ambil kebijakan yang salah karena permasalahan teknis yang tidak sama," tutur Tribudi lagi.

Alasan penambahan jarak rute koridor tahap I ini, menurut Tribudi, dikarenakan adanya kendala dalam pembangunan konstruksi stasiun di Dukuh Atas sebagai stasiun dengan sistem transit oriented development (TOD). Sebab, ruangan yang tersedia untuk pembangunan stasiun di Dukuh Atas dinilai terlalu sempit dan padat untuk dijadikan stasiun penghentian terakhir yang akan diintegrasikan dengan angkutan umum lainnya.

Pada MRT tahap I terdapat 13 stasiun yang meliputi enam stasiun di bawah tanah dan tujuh stasiun elevated (di atas permukaan). Enam stasiun bawah tanah terdapat di Mesjid Al Azhar, Istora Senayan (Ratu Plaza), Bendungan Hilir, Setiabudi, Dukuh Atas, dan Bundaran Hotel Indonesia. Sedangkan tujuh stasiun elevated yakni mulai dari Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete Raya, H Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja.

Saat ini, desain dasar Lebak Bulus Bunderan HI sudah selesai, sementara koridor tahap II baru menyelesaikan studi kelayakan. Proyek MRT tahap I ini diharapkan rampung pada akhir 2016. Sedangkan MRT tahap II Bunderan HI-Kampung Bandan bisa diselesaikan pada 2020.
 
NEWS SEKTOR LAND TRANSPORTATION LAINNYA :


INFO TENDER RELATED :
Jumlah Total Tender (16-04-2014) : 125
JUDUL TENDER (16-04-2014) :
Dapatkan ribuan informasi detail tender lainnya ...
 

 
All Rights Reserved Copyright 2012 PT. Tender Indonesia Commercial, design by AbelPutra.com