|
PT Angkasa Pura (AP) II terus berekspansi. Perusahaan pelat merah itu berniat membangun terminal khusus kargo berkapasitas 300.000 ton per tahun di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
Menurut Direktur Utama AP II Edie Haryoto, kini perusahannya sedang menggelar studi kelayakan (feasibility study), desain, dan pematangan lahan seluas 70 hektare. Lokasi terminal berada tepat di depan kantor pusat PT Garuda Maintenance Facilities AeroAsia.
Lantaran masih tahap awal, Edie mengaku belum mengetahui perkiraan biaya yang diperlukan. Yang jelas, "Proses pembangunan terminal harus sudah selesai sebelum 2018," ungkapnya.
Angkasa Pura memang harus bergegas membangun terminal khusus kargo. Sebab, dari sebuah lembaga independen menyebutkan, pergudangan sekarang yang berkapasitas 500.000 ton per tahun tidak akan mampu mengikuti pertumbuhan pasar. Nantinya, kargo yang keluar masuk Soekarno-Hatta mencapai 700.000 ton hingga 800.000 ton per tahun.
Rencananya, terminal kargo milik AP II akan menjadi tempat penyimpanan sementara muatan kargo yang diangkut masing-masing maskapai. Konsepnya sama dengan terminal penumpang, yakni setiap kargo yang masuk ke dalam akan disematkan barcode. Dengan teknologi yang ada, kargo akan otomatis menuju pesawat terbang yang membawanya ke tujuan.
Sejak awal, AP II juga membuka peluang kerjasama dengan maskapai penerbangan. Edie menyebutkan, Korean Airlines, Singapore Airlines, Cargo Air, dan Garuda Indonesia adalah sederet maskapai yang berpotensi bekerjasama dengan pihaknya.
Edie menambahkan, selain merancang terminal kargo, tahun ini, AP II juga akan menginvestasikan Rp 250 miliar untuk memperluas Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta untuk melayani rute internasional. Dengan begitu, kapasitas penumpang di Terminal 3 bakal meningkat dari 4 juta menjadi 8 juta orang per tahun.
Selain itu, AP II juga menyiapkan dana Rp 250 miliar buat membangun central check in di Terminal 1. Menurut Kepala Humas AP II Andang Santosa, fasilitas itu semata-mata dibangun untuk memberi kenyamanan penumpang dan maskapai. "Central check in bisa melayani seluruh penerbangan internasional. Jadi penumpang tidak perlu berpindah terminal," tegasnya. |