|
Masuknya dua kapal very large crude carrier (VLCC) dan tiga unit very large gas carrier (VLGC) mendongkrak nilai impor kapal pada 4 bulan pertama tahun ini menjadi US$ 815,2 juta.
Nilai impor kapal itu melonjak 90,6% dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 427,5%.
Ketua Umum Indonesian National Shipowners' Association (INSA) Johnson W. Sutjipto mengatakan kelima kapal yang beroperaasi mengangkut BBM milik PT Pertamina itu berpengaruh besar terhadap realisasi impor kapal selama Januari-April tahun ini.
"Tingginya pertumbuhan impor kapal menunjukkan kegiatan pengadaan kapal berbendera Merah Putih tetap menarik, meskipun pelaksanaan program asas cabotage tinggal selangkah lagi," katanya.
Menurut Johnson, harga kapal yang meningkat tajam dalam beberapa bulan terakhir akibat kenaikan harga baja belum berpengaruh secara signifikan terhadap rencana investasi pengadaan kapal dari pelaku usaha di Indonesia.
Namun, dia menuturkan meskipun pada kuartal I tahun ini relaisasi impor kapal tumbuh secara signifikan, kecil kemungkinan bisa melampaui pencapaian selama 2009 karena kebutuhan kapal niaga nasional semakin berkurang.
Johnson menjelaskan realisasi impor kapal pada tahun ini sangat dipengaruhi oleh tender pengadaan kapal pendukung kegiatan lepas pantai (off shore) dalam rangka menggantikan kapal berbendera asing.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai impor kapal selama 2009 mencapai US$ 2,7 miliar atau melonjak 94,2% di bandingkan dengan realisasi pada tahun seblumnya US$ 1,39 miliar.
Nilai impor itu merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah pelayaran nasional dan mewakili 80% dari total nilai impor kapal sejak penerapan asas cabotage (komoditas domestik wajib di angkut oleh kapal nasional) dalam 5 tahun terakhir yang mencapai US$ 3,35 miliar. |