|
Sebanyak 30 set kapal tongkang berbendera Merah Putih mengangkut batu bara ke tiga pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang akan beroperasi pada Juli 2010.
Ke-30 set tongkang tersebut disiapkan oleh pelaku usaha pelayaran nasional untuk mengangkut pasokan batu bara PLTU Suralaya Baru, PLTU Labuan, dan PLTU Indramayu.
Sebelumnya, tongkang-tongkang itu terpaksa mencari muatan lain akibat jadwal operasional ketiga pembangkit tersebut mundur dari rencana semula Maret 2010.
Wakil Ketua Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners' Association (INSA) L. Sudjatmiko mengatakan ke-30 kapal tersebut sudah bekerja mengangkut batu bara di tiga PLTU itu.
Dia menjelaskan ketiga PLTU tersebut diharapkan sudah beroperasi penuh pada Juli atau mundur dari rencana semula, sehingga kapal-kapal yang disiapkan bisa bekerja secara optimal.
Menurut dia, ketiga pembangkit yang merupakan bagian dari proyek percepatan 10.000 megawatt (MW). "Kapal-kapal itu sudah bekerja mengangkut batu bara untuk mendukung proyek percepatan 10.000 MW," katanya.
Kapal-kapal tersebut rata-rata berkapasitas angkut 8.000 ton per unit dan sudah berbendera Merah Putih sesuai dengan ketentuan asas cabotage yang mewajibkan kegiatan pengangkutan dalam negeri menggunakan kapal nasional.
Sudjatmiko menjelaskan ketersediaan kapal tidak ada masalah meskipun saat ini harga kapal naik sebagai dampak kenaikan harga baja. "Semua kapal sudah tersedia, justru kami ingin agar semua PLTU yang direncanakan bisa beroperasi sesuai dengan jadwal," katanya.
Pada semester II/2009, PLTU 2 Banten (Labuan) dengan kapasitas 2x300 MW dan memerlukan batu bara sebanyak 1,90 juta ton per tahun telah beroperasi.
Sudjatmiko mengungkapkan sedikitnya 10 perusahaan pelayaran nasional telah menyatakan komitmen untuk mengangkut batu bara bagi kebutuhan ketiga pembangkit baru itu ditambah dua PLTU yang beroperasi pada akhir tahun lalu.
Direktur Utama PT Trans Power Marine Teddy Yusaldi menuturkan mundurnya jadwal operasional sejumlah pembangkit listrik berpengaruh terhadap rencana pengadaan kapal tongkang berbendera Indonesia.
Sebab, katanya, pangsa muatan utama kapal tongkang di Indonesia adalah batu bara, terutama untuk memasok kebutuhan PLTU, baik yang beroperasi di Pulau Jawa maupun di luar Jawa.
|