|
PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, perusahaan roti dengan merek dagang Sari Roti, menargetkan perolehan dana Rp 200 miliar-Rp 250 miliar dari pelepasan 151,854 juta saham atau 15% dengan harga Rp 1.250-1.500 per saham.
Direktur Nippon Indosari Corpindo Yusuf Hadi, mengatakan rencana ekspansi yang dilakukan perseroan selepas penawaran saham perdana memerlukan jaminan pasokan bahan baku yang berkelanjutan baik dari segi kualitas maupun kuantitas.
Yusuf menambahkan sekitar Rp 154 miliar akan digunakan untuk membangun pabrik baru, di antaranya di Semarang dan Medan.
Pabrik di Semarang yang memiliki dua lini produksi, yaitu roti tawar dengan kapasitas 60.000 pak per hari dan roti manis 200.000 potong per hari, akan difokuskan untuk penetrasi perseroan di Jawa Tengah, sehingga kapasitas yang ada saat ini dapat dikonsentrasikan untuk Jawa Barat dan Jawa Timur.
Saat ini perseroan memiliki tiga unit produksi, yaitu dua unit berlokasi di Cikarang, Jawa Barat dan satu unit di Pasuruan, Jawa Timur.
Senilai Rp 85 miliar dari total dana perolehan dialokasikan untuk pembayaran utang, dengan perincian utang kepada BCA sebesar Rp 65 miliar yang akan jatuh tempo pada 21 Juli 2014 dan sisanya kepada Bank Resona Perdania yang akan jatuh tempo pada 18 Juni 2012.
Pada tahun ini perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan sebesar 31% dibandingkan dengan penjualan pada 2009 menjadi Rp 636,60 miliar dan kenaikan laba bersih sebesar 103% menjadi Rp 116 miliar.
Pada kuartal I, penjualan telah mencapai Rp 190 miliar atau naik sebesar 23% dibandingkan dengan kinerja kuartal I/2009.
Mardy Sutanto, Executive Director Head of Corporate Finance PT OSK Nusadana Securities Indonesia, sebagai penjamin emisi pencatatan saham perdana, optimistis saham ini akan mampu menarik investor kendati bursa global dan regional tengah dirundung kasus Yunani. |