LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
NEWS SEKTOR LAIN:
Oil & gas
  Proyek Kalija dapat perpanjangan
Oil & gas
  Pemerintah bangun pipa gas dan SPBG Rp 474 Miliar
Oil & gas
  Bojonegoro inginkan gas blok Jambaran
Marine transportation
  Kapal workover asing diminta keluar
Oil & gas
  Proyek FSRU Jateng ditunda Pertamina gas
 
 

 


 
 




BREAKING NEWS
Mon, 10/05/2010
Kajian tim teknis atas proyek Asahan selesai
Electricity

Pemerintah terus mematangkan rencana negosiasi kerjasama Proyek Asahan dengan Jepang. Tim Teknis yang dipimpin langsung Menteri Perindustrian M.S. Hidayat sudah menyelesaikan kajian terhadap opsi-opsi yang akan dibawa pemerintah ke meja perundingan.

Tim Teknis kemarin (7/5) memaparkan hasil kajiannya di hadapan Menteri Negara Badan Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar dan Menteri Perindustrian. Ada dua opsi yang mereka telaah, yakni melanjutkan atau memutuskan kontrak kerjasama dengan Jepang.

Mustafa menyatakan, tim telah mempresentasikan untuk rugi kedua opsi tersebut. "Opsi-opsi itu ada plus minusnya, tapi saya tidak bisa mengatakannya sekarang," ujarnya.

Mustafa menambahkan, dirinya maupun Menteri Perindustrian belum bisa mengambil keputusan apapun, apakah memilih opsi melanjutkan atau memutuskan kontrak kerjasama Proyek Asahan. Sebab, putusan baru akan diambil dalam rapat koordinator menteri-menteri ekonomi yang akan dipimpin Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa.

Tim Teknis juga telah menyampaikan konsekuensi-konsekuensi yang bakal muncul kalau pemerintah mengambil alih seluruh saham Inalum yang dikuasai Nippon. Asahan Aluminium Co. Ltd.(NAA). "Ada konsekuensi biaya. Book value mereka sekarang saja mencapai US$ 1,2 miliar," kata Hidayat.

Tak hanya itu, utang pemerintah dalam bentuk mata uang yen yang lahir akibat kerjasama Proyek Asahan juga akan membengkak.

"Muncul foreign exchange loss, sekarang kursnya sudah jauh lebih tinggi, jadi utangnya makin besar," ujar Hidayat, yang menolak mengungkap nilai utang tersebut.

Yang jelas, Hidayat memastikan, apaun opsi yang nanti dipilih pemerintah, master agreement sudah ditandatangani kedua negara mesti diperbaiki. Kalau dibaca lebih jauh, perjanjian itu tidak membuat posisi Indonesia baik. "Yang penting hasil akhirnya, Indonesia harus bisa mengkoreksi total posisi bisnisnya dan memberikan keuntungan yang maksimal buat kita," katanya.

Catatan saja, Proyek Asahan merupakan kerjasama Pemerintah RI dengan 12 investasi asal Jepang yang diteken pada 1975 silam di Tokyo. Bentuknya, berupa pabrik aluminium dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dengan memanfaatkan air dari Sungai Asahan.

Ke-12 investor Jepang tersebut kemudian membentuk perusahaan patungan yang diberi nama NAA. Pemerintah Indonesia dan NAA kemudian mendirikan Inalum pada 1976 untuk membangun dan mengelola pabrik aluminium dan PLTA Asahan II.

Kerjasama ini berlangsung selama 30 tahun dengan kesempatan peninjauan ulang kontrak pada 2010. Saat ini, Pemerintah RI mendekap 41,12% saham Inalum dari awalnya cuma 10%. Sisanya yang 58,88% masih dimiliki Nippon Asahan.
 
NEWS SEKTOR ELECTRICITY LAINNYA :


INFO TENDER RELATED :
Jumlah Total Tender (17-04-2014) : 540
JUDUL TENDER (17-04-2014) :
Dapatkan ribuan informasi detail tender lainnya ...
 

 
All Rights Reserved Copyright 2012 PT. Tender Indonesia Commercial, design by AbelPutra.com