|
PT Bhakti Investasi Tbk (BHIT) mulai merealisasikan keinginannya merambah ke sektor pertambangan. Dua hari lalu (5/5), induk usaha Grup Bhakti ini membeli delapan kontrak pertambangan (KP) batubara seluas 92.000 hektare (ha) di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. KP itu dibelinya dari PT Titan Mining Resources Investments.
Dalam surat keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (6/5), BHIT mengungkapkan bahwa akuisisi itu dilakukan melalui anak usahanya, PT Bhakti Coal Resources. Sekretaris Perusahaan BHIT, Robert Satrya, bilang, hanya satu dari delapan KP itu yang sudah berproduksi, yaitu PT Putra Muba Coal.
Meski tak menyebutkan jumlah produksi Putra Muba, BHIT menargetkan produksinya tahun depan bisa meningkat menjadi 3 juta ton per tahun. Syaratnya, pembangunan pelabuhan dan jalan di wilayah itu rampung tahun ini.
PMC dan satu KP lainnya memiliki cadangan batubara sebanyak 50 juta ton. Namun, "Potensial sumber daya dari keseluruhan 8 KP bisa mencapai 750 juta hingga 1 miliar ton," ujar Robert.
Selain itu, BHIT telah meneken perjanjian awal pengelolaan salah satu KP produksi di Kalimantan Timur. KP itu diperkirakan punya cadangan batubara 30 juta ton.
Vice President Riset Valbury Asia Futures Nico Omer Jonckhere menilai, banyak ketidakjelasan di aksi korporasi itu. Sehingga, saham BHIT kerap jadi incaran spekulan. |