|
Pemerintah terus mencari kucuran dana buat mengejar target investasi sebesar Rp 2.000 triliun per tahun. Kali ini pemerintah menggamit Finlandia agar investor asal negeri skandinavia tersebut mau membenamkan modalnya di Indonesia.
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Irawan Wirjawan bilang, Finlandia tertarik berinvestasi di sektor energi. Misalnya, mereka berminat mengembangkan proyek pembangkit listrik tenaga angin.
Selain itu, Finlandia juga kepicut menggarap proyek biomas atau material biologis yang bisa diubah menjadi sumber energi maupun material industri. Kemudian, Finlandia juga berjanji memberikan bantuan dalam proses rehabilitasi kawasan hutan tropis Indonesia.
Namun, menurut Gita, Finlandia belum memastikan berapa nilai investasi maupun bantuan untuk rehabilitasi hutan. "Kerjasama dengan Finlandia baru pendahuluan, kami baru mau bahas," ujarnya.
Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengungkapkan, Finlandia akan menggandeng Australia untuk merehabilitasi lahan gambut dan kawasan ilalang agar bisa ditanami pohon kembali. Ambil contoh, di Kalimantan Tengah. "Besarnya dana bantuan belum ditentukan, masih dibahas," imbuhnya.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap, Finlandia semakin meningkatkan investasinya di negara kita. Sebab, saat ini Indonesia sedang menawarkan kesempatan pada negara lain untuk menanamkan modal.
Apalagi, Presiden menambahkan, perekonomian Indonesia sanggup bertahan dari krisis keuangan global. Terbukti, ekonomi Indonesia masih tumbuh 4,5% tahun lalu. "Maka dari itu, kami mengundang Finlandia untuk ikut berinvestasi dan membangun ekonomi Indonesia," tutur Presiden.
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa bilang, pemerintah juga akan menawarkan investasi sektor energi lainnya ke Finlandia, seperti geothermal atau panas bumi. "Yang penting sekarang kita mengundang investment terlebih dahulu, baru nanti kita akan tawarkan geothermal," terang dia.
Saat ini, Hatta melanjutkan, Finlandia ingin fokus pada investasi energi terbarukan dan membantu melakukan rehabilitasi hutan Indonesia, khususnya di wilayah Riau dan Kalimantan. "Terutama mereka akan investasi di biomass untuk mengembangkan bio energi karena memang mereka ahlinya," ujarnya. |