LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
NEWS SEKTOR LAIN:
Properti
  REI diminta bangun rusunami Manado
Infrastructure
  BKT rampung Juni 2010
Mining
  Freeport bakal bangun smelter di Jatim atau di Papua
Electricity
  Adaro siap buat PLTU Pemalang
Air transportation
  Lanjutkan proyek bandara Nibandera
 
 

 


 
 




BREAKING NEWS
Wed, 21/04/2010
APP optimistis SPBG Pondok Ranti segera operasi
Oil & gas

PT Aksara Andalan Prima (APP) optimistis akhir bulan ini dapat mengoperasikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) Pinang Ranti dan Kampung Rambutan di Jakarta Timur guna memasok kebutuhan armada bus Transjakarta.

Dirut APP Buyung Atang mengatakan optimistis dapat melayani kebutuhan bahan bakar gas bagi armada busway dan angkutan kota jenis lain setelah mendapat kepastian pasokan gas dari PT Perusahaan Gas Negara.

"Kami sudah melakukan kesepakatan jual beli gas dengan PT Perusahaan Gas Negara. Jadi kami optimistis SPBG secepatnya dapat dioperasikan akhir bulan ini karena infrastrukturnya sudah siap," katanya.

Dua unit SPBG yang dibangun APP dan PT T. Energi sejak dua tahun lalu dengan investasi masing-masing mencapai sedikitnya Rp 12 miliar itu berlokasi dekat dengan pool aramada bus Transjakarta.

Menurut Buyung, keberadaan dua unit SPBG Pinang Ranti dan Kampung Rambutan diharapkan dapat mendukung kelancaran operasional angkutan umum dalam kota bebas hambatan itu karena menambah banyak alternatif tempat mengisi bahan bakar.

Walaupun bagi bagi operator SPBG, lanjutnya, harga bahan bakar gas yang dijual untuk armada busway belum menguntungkan secara bisnis karena adanya perbedaan patokan harga yang ditetapkan PGN dengan harga jual operator.

Operator SPBG menjual bahan bakar gas untuk armada bus Transjakarta dengan harga kurs rupiah sebesar Rp 2.562 per liter setara premium, sedangkan pembeliannya dari PGN dengan kurs dolar AS sebesar US$ 4,3 per juta British Thermal Unit ditambah toll fee Rp 750 per m3.

"Perbedaan patokan harga itu memang merepotkan kami karena belum menguntungkan secara bisnis, sehingga kami berharap Pemprov DKI dan BLU Transjakarta Busway dapat segera mempertimbangkan masalah tersebut," ujarnya.

Sementara itu Kepala Strategic Business Unit PGN Jobi Triananda mengatakan harga bahan bakar gas sebesar US$ 4,3 per juta British Thermal Unit ditambah toll fee Rp 750 per m3 merupakan standar yang diterapkan untuk seluruh pelanggannya.

"Kami siap memasok berapa pun kebutuhan SPBG. Namun, kami tidak mungkin membedakan harganya dengan yang kami berlakukan untuk industri dan pelanggan komersial lain," ujarnya.

Dia mengatakan pola pembayaran bagi operator SPBG adalah dijual dulu kepada armada bus Tranjakarta atau jenis angkutan kota lainya baru kemudian membayar kepada perusahaan Badang Usaha Milik Negara setiap bulan.

Untuk itu, lanjutnya, pengoperasian dua SPBG di Pinang Ranti dan Kampung Rambutan sudah dapat dioperasikan mengingat infratruktur, peralatan, kesepakatan jual beli gas dan pola pembayarannya sudah siap.

Sementara itu, Direktur PT Jakarta Trans Metropolitan IGN Oka mengatakan operator busway tentu akan memilih SPBG yang memberikan harga sesuai dengan plafon harga bahan bakar gas yang diterima dari Pemprov DKI sebesar Rp 2.562 per liter skala premium.

"Untuk itu kami berharap Pemprov DKI dan BLU Transjakarta Busway dapat mempertimbangkan tarif yang berlaku di SPBG dengan alokasi yang ditetapkannya untuk bahan bakar tersebut," ujarnya.
 
NEWS SEKTOR OIL & GAS LAINNYA :


INFO TENDER RELATED :
Jumlah Total Tender (21-04-2014) : 362
JUDUL TENDER (21-04-2014) :
Dapatkan ribuan informasi detail tender lainnya ...
 

 
All Rights Reserved Copyright 2012 PT. Tender Indonesia Commercial, design by AbelPutra.com