|
(Banda Aceh) Pembangunan puluhan pelabuhan rakyat (pelra) se-Aceh terancam mangkrak, karena DPRA setempat tidak menyetujui anggaran kelanjutan proyek pelra senilai Rp 20 miliar.
Data yang dikumpulkan mengungkapkan beberapa proyek pelra yang terancam mangkrak itu diantaranya Kuala Raja (Kab. Bireuen), Seuruway (Kab. Aceh Tamiang), Kuala I (Kab. Aceh Timur), Lhok Kruet (Kab. Aceh Jaya). Sisanya tersebar di sejumlah kabupaten/kota se-Aceh.
Proyek Kuala Raja membutuhkan pendanaan Rp 6 miliar, Seuruway Rp 4 miliar, Kuala I Rp 4 miliar, Lhok Kruet Rp 4,1 miliar.
Ekonom Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Nazamuddin menyesalkan ketidakpekaan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) yang tidak memasukkan anggaran kelanjutan proyek pelra itu dalam Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) 2010.
"Puluhan proyek pelra yang tersebar di beberapa kabupaten dan kota se-Aceh ini sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat," katanya.
Dia mengungkapkan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf sudah mencanangkan peningkatan kontribusi ekspor nonmigas berbasis pertanian, perdagangan, dan perikanan guna mengantisipasi penyusutan kontribusi ekspor minyak dan gas.
"Pelra adalah proyek yang sangat vital untuk mendorong ekspor nonmigas Aceh, tetapi sayang dewan kurang menyikapi hal ini," katanya. |