LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
NEWS SEKTOR LAIN:
Agriculture
  Klaster industri sawit tak diminati
Infrastructure
  RI siapkan 14 bandara kargo internasional
Oil & gas
  Pasokan gas dari Bontang mengalir ke PLTG Muara Karang
Infrastructure
  Dana proyek bandara Kuala Namu melonjak
Infrastructure
  Perlancar pembangunan tol, dana land capping ditambah Rp 500 Miliar
 
 

 


 
 




BREAKING NEWS
Fri, 26/03/2010
PTBA dan China garap proyek Rp 44 T
Land transportation

Proyek angkutan kereta api dan pelabuhan batubara di Sumatera Selatan akhirnya jalan. PT Bukit Asam Transpacific Railway (BATR), resmi menggandeng China Railway Group Limited untuk pembangunan proyek senilai US$ 4,8 miliar atau sekitar Rp 44 triliun itu.

Keduanya telah meneken kesepakatan kontrak engineering, procurement, and construction (EPC) serta operator and maintenance (O&M), Selasa (23/3) lalu di Beijing, China. Proyek dengan panjang jalur sekitar 307 kilometer itu memiliki kapasitas angkut 27 juta ton per tahun.

Catatan saja, BATR merupakan perusahaan patungan antara PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk dengan porsi kepemilikan sebesar 10%, PT Transpacific Railway Infrastructure dengan porsi kepemilikan sebesar 80%, dan China Railway Engineering Corporation dengan porsi kepemilikan sebesar 10%.

Sekretaris Perusahaan Tambang Batubara Bukit Asam Achmad Sudarto mengatakan, batubara yang diangkut dalam proyek pembangunan angkutan kereta api dan pelabuhan batu bara itu berasal dari tambang Banko Tengah, Tanjung Enim, Sumatera Selatan hingga Srengsem, Lampung.

"Proyek ini, Oktober 2009 telah mendapat persetujuan prinsip pembangunan perkeretaapian khusus dari Menteri Perhubungan," kata Achmad.

Menurut dia, nilai kontrak untuk EPC sebesar US$ 1,3 miliar atau sekitar Rp 12 triliun. Jangka waktu pengerjaannya empat tahun. China Railway akan membangun jalur kereta dan memberi jaminan pengangkutan batubara Bukit Asam sebanyak 25 juta ton per tahun.

"Sedang nilai kontrak untuk O&M disepakati US$ 3,5 miliar (sekitar Rp 32 triliun) berjangka waktu 20 tahun," tutur Achmad. Sehingga, nilai total proyek sekitar US$ 4,8 miliar, atau sekitar Rp 44 triliun.

China Railway menyatakan akan bertanggung jawab menggarap keseluruhan proyek, mulai dari desain, konstruksi, sampai perawatan jalur kereta. Mereka mengklaim proyek tak akan berdampak ke pendapatan mereka tahun ini.

Anehnya, Sekretaris Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Nugroho Indrio mengaku belum tahu rencana China Railway membangun jaringan kereta di Sumatera Selatan itu. "Tapi kami dukung tiap rencana keterlibatan swasta dalam proyek pengembangan kereta api di Indonesia," katanya.
 
NEWS SEKTOR LAND TRANSPORTATION LAINNYA :


INFO TENDER RELATED :
Jumlah Total Tender (21-04-2014) : 520
JUDUL TENDER (21-04-2014) :
Dapatkan ribuan informasi detail tender lainnya ...
 

 
All Rights Reserved Copyright 2012 PT. Tender Indonesia Commercial, design by AbelPutra.com