|
Investor dari China siap membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Karama, Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) dengan nilai investasi sebesar Rp 35 triliun," kata Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh.
Menurut dia, berdasarkan hasil kunjungan ke negara Tirai Bambu, China, pekan lalu telah menghasilkan penandatangan kerja sama kedua negara antara Indonesia dan China, terkait rencana pembangunan PLTA Sungai Karama, sekitar 70 kilometer dari kota Mamuju.
"Salah satu hasil kesepakatan antara pemerintah Indonesia dan China terkait dengan pembangunan PLTA Karama, maka pihak pemodal bersedia menanamkan investasinya sebesar Rp 35 trilun lebih," kata Anwar.
Dia mengatakan bahwa potensi sungai Karama untuk PLTA tersebut mampu menghasilkan energi listrik sekitar 1.600 hingga 1800 megawatt melebihi dengan energi listrik PLTA Asahan di Sumatera yang hanya menghasilkan energi listrik sebesar 120 megawatt.
"Potensi sungai Karama yang mampu menghasilkan energi listrik dari 1600 hingga 1800 megawatt hingga saat ini salah satu energi listrik yang terbesar di Indonesia," tuturnya. |