LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
SEKTOR LAIN:
Agriculture
  7 Pabrik gula ikuti program restrukturisasi mesin
Oil & gas
  Pertagas rogoh kocek US$ 85 Juta ganti gas pipa
Infrastructure
  Bendungan irigasi di Tapanuli Tengah dioperasikan
Marine transportation
  Pelindo III kembangkan pelabuhan Benoa Bali Rp 179 Miliar
Electricity
  Kayong Utara bangun PLTGB
 
 
 
 
 


BREAKING NEWS
Fri, 12/03/2010
Medco raup pinjaman US$ 10 Juta dari ICBC
Keuangan

PT Medco Energi Internasional Tbk meraup fasilitas kredit modal kerja senilai US$ 10 juta atau sekitar Rp 93 miliar dari PT Bank ICBC Indonesia.

Penandatanganan perjanjian kredit itu berlangusng pada 25 Februari. Pada kesempatan itu, Medco diwakili oleh Direktur Keuangan Darwin Cyril Noerhadi dan dari ICBC adalah Head of Local Corporate Banking Rolyta Manullang.

Ketika dikonfirmasi, Cyril tidak mengangkat telepon genggamnya. Namun, Investor Relations Medco Nusky Suyono membenarkan soal adanya kucuran kredit tersebut.

"Tetapi informasinya rahasia, saya sendiri tidak tahu berapa jumlah, skema serta peruntukannya. Manajemen tidak akan memberikan kalau dari pihak bank tidak mau menyebutkan," tuturnya.

Dia menambahkan pinjaman ini tidak material, sehingga tidak ada kewajiban bagi Medco untuk menyampaikan keterbukaan informasi melalui Bursa Efek Indonesia.

Pada 3 Desember 2009, Cyril mengatakan Medco menganggarkan belanja modal sebesar US$ 150 juta pada 2010, sama dengan alokasi 2009 dan 2008. Jumlah belanja itu tidak termasuk biaya ekspansi nonorganik seperti akuisisi.

Direktur Pemasaran Bank ICBC Indonesia Surjati Tatang mengatakan fasilitas kredit modal kerja yang setara dengan Rp 93 miliar (asumsi US$ 1= Rp 9.300) itu belum lama ditandatangani oleh kedua belah pihak).

"Iya benar (Kami baru tanda tangani perjanjian kredit). Nilainya US$ 10 juta dengan jangka waktu satu tahun, karena ini untuk kebutuhan modal kerja mereka (Medco) pada tahun ini," ujarnya.

ICBC Indonesia mulai beroperasi di Tanah Air setelah bank asal China Ltd mengambil alih Bank Halim, milik pengendali Gudang Garam Group Rahman Halim, sejak 30 Desember 2006. Kepemilikan saham ICBC Ltd pada bank itu mencapai 97,83% dan sisanya dipegang oleh PT Intidana Wijaya.
 


SEKTOR KEUANGAN LAINNYA :