|
Kementerian Perhubungan menyiapkan pembangunan rel baru sepanjang 25 km di rute Tebing Tinggi-Kuala Tanjung, Sumatra, yang diperkirakan membutuhkan investasi sekitar Rp 500 miliar, dengan perkiraan Rp 20 miliar per kilometer.
Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Tundjung Inderawan mengharapkan jalur KA selain untuk mengoptimalkan angkutan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), juga bisa dimanfaatkan untuk angkutan peti kemas.
"PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) punya dry port di Tebing Tinggi. Salah satu tujuan menghidupkan jalur Tebing Tinggi-Kuala Tanjung adalah adalah agar dry port bisa aktif lagi sehingga akan ada angkutan peti kemas. Kalau jalur kereta itu dikembangkan, kan juga bisa mengurangi beban jalan raya," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Komersial PT Kereta Api Wimbo Sulistiyo mengatakan pengembangan infrastruktur KA di Sumatra cukup vital, karena kontribusi pendapatan PT KA untuk angkutan barang masih didominasi dari daerah operasional pulau itu.
Indikator bisa terlihat selama 2009. Sektor angkutan barang, lanjutnya, kontribusi terbesar masih berasal dari Sumatra. Tahun ini, target pendapatan dari angkutan barang sebesar Rp 2,13 triliun dengan volume angkut mencapai 23,91 juta ton.
Kontribusi dari Sumatra diperkirakan bisa Rp 1,44 triliun dengan volume angkut 12,48 juta ton. Adapun pada tahun lalu, PT KA membukukan pendapatan dari angkutan barang sebesar Rp 1,7 triliun dengan kontribusi terbesar dari Sumatra mencapai Rp 1,19 triliun. |