|
PT Holcim Indonesia Tbk akan mencari pendanaan eksternal di atas US$ 100 juta dari total kebutuhan sekitar US$ 500 juta untuk mendanai pembangunan pabrik di Tuban Jawa Timur.
Sementara itu, perseroan menargetkan bisa mulai membagikan dividen kepada pemegang saham dalam 4 tahun kedepan, menyusul akumulasi rugi yang masih dicatat oleh produsen semen ini sebesar US$ 400 juta hingga akhir 2009.
Direktur Keuangan Holcim Olaf Nahe menuturkan perseroan akan menjajaki pinjaman bank serta penerbitan obligasi untuk memenuhi sebagian kebutuhan pembangunan pabrik baru tersebut, di samping dari kas internal.
"Kami masih menunggu keputusan dari Holcim pusat untuk melanjutkan pembangunan pabrik semen tersebut. Dengan pabrik baru itu, kami menargetkan bisa mendapat tambahan produksi semen sebesar 1,7 juta ton per tahun setelah pabrik itu beroperasi," ujarnya.
Menurut Olaf, perseroan belum bisa menyebutkan total kebutuhan untuk pembangunan tersebut. Selain masih menunggu persetujuan Holcim pusat, perseroan juga bernegosiasi dengan kontraktor yang akan membangun pabrik baru itu.
|