|
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan perolehan dana dari APBN sebesar Rp 56,7 triliun dalam lima tahun ke depan. Kebutuhan dana tersebut guna mendukung peningkatan produksi ikan nasional, salah satunya mendukung pengadaan kapal tangkap berkapasitas besar.
Kini, kapasitas kapal tangkap masih kecil berkisar 10 GT. Meski demikian, target jangka pendek KKP saat ini lebih fokus pada produksi ikan budidaya bukan pada ikan tangkap.
"Tiap tahun kita targetkan terus bertumbuh, sejalan dengan target KKP untuk menjadikan Indonesia nomor satu produksi ikan dunia tahun 2015. Target ini juga merupakan visi KKP. Oleh karena itu KKP membutuhkan dana kurang lebih Rp 56,7 triliun dalam lima thaun ke depan, sekarang KKP baru mendapat Rp 3,1 triliun tiap tahun," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Mohamad.
Tahun 2014 KKP menargetkan produksi ikan budidaya berada di posisi 16,8 juta ton, tumbuh hampir 300% dibanding estimasi produksi tahun 2010, di level 5,3 juta ton. Jika digabungkan dengan produksi ikan tangkapan, KKP menargetkan produksi tahun 2014 di posisi 22, 36 juta ton. Target produksi tersebut melibatkan komitmen KKP dengan pemerintah daerah.
Sumber produksi ikan nasional berasal dari jenis ikan budidaya dan ikan tangkapan. Ikan budidaya merupakan ikan yang dibudidayakan baik di air tawar maupun air laut. Sedangkan ikan tangkapan adalah ikan laut.
Data KKP yang diluncurkan kemarin menerangkan, pada 2009 produksi ikan budidaya nasional tercatat 4,7 juta ton, dan pada 2010 diproyeksikan menjadi 5,3 juta ton. Peningkatan produksi juga ditargetkan tumbuh tiap tahun, 2011 di posisi 6,8 juta ton, 2012 menjadi 9,4 juta ton, 2013 ditargetkan 13,02 juta ton, dan tahun 2014 di posisi 16,8 juta ton. |