LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
NEWS SEKTOR LAIN:
Properti
  Sentul City Luncurkan Riverside dan Santorini Residence
Oil & gas
  2014, Pertamina targetkan produksi migas 573,3 Ribu BOEPD
Oil & gas
  Pertamina Siap Bangun 31 SPBG
Infokom
  Teknologi broadband Wimax hadir di Batam
Manufaktur
  Investasi manufaktur US$ 12 Miliar
 
 

 


 
 




BREAKING NEWS
Wed, 24/02/2010
AP II fokus ke bisnis gudang di bandara
Air transportation

Tak lama lagi, bisnis inti PT Angkasa Pura (AP) II di bidang aeronautika bakal dilepas. Ini menyusul segera beroperasinya Perusahaan Umum (Perum) Khusus Navigasi Penerbangan yang akan dibentuk tahun ini. Makanya, AP II akan fokus menggarap bisnis pergudangan di kawasan bandar udara (bandara).

Selama ini, bisnis aeronautika menyumbang 80% pendapatan AP II. Sisanya di dapat dari bisnis non aeronautika. Tahun lalu, laba AP II sebelum diaudit mencapai Rp 1,1 triliun. Jumlah itu lebih tinggi 22,2% dari target Kementerian Negara BUMN Rp 900 miliar.

Sepanjang 2009, jumlah pergerakan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta ada 37 juta orang. Angka ini lebih tinggi dari target AP II sebesar 34 juta orang penumpang.

Meski bisnis inti bakal beralih, Executive General Manager AP II Bandara Soekarno-Hatta Hariyanto yakin, penurunan omzet tak akan drastis. Sebab, ada bagian pendapatan air traffic services provider (ATS) yang dibagi ke AP. Antara lain, landing fee, parkir pesawat, dan passenger service charge (PSC).

"Tapi komposisinya saya belum tahu berapa, karena masih dibahas pemerintah," papar Hariyanto.
Sekedar informasi, pendapatan aeronautika merupakan pendapatan yang diperoleh AP II dari jasa melayani lalu lintas udara. Misalnya, jasa panduan, landing fee, parking fee, jasa penyimpanan pesawat di apron, dan PSC.

Sementara pendapatan non aeronautika berasal dari luar jasa pelayanan lalu lintas udara. Seperti biaya konsesi restoran, sewa lahan di wilayah AP, dan sewa billboard. Yang mau kami kembangkan dari bisnis non aeronautika adalah pergudangan di kawasan Bandara Soekarno-Hatta," ujar Hariyanto.

Setidaknya ada lima gudang di bandar yang sedang dalam proses tender untuk nantinya disewakan kepada sejumlah perusahaan, seperti RPX, Gapura Angkasa, dan Unex. Lalu dua lainnya untuk gudang barang-barang yang mudah rusak serta gudang berpendingin (cool storage).

Menurut Hariyanto, tarif sewa gudang di Soekarno-Hatta bervariasi mulai Rp 75.000 - Rp 200.000 per meter persegi setiap bulannya.

Pemerintah memang berniat membentuk Perum Khusus Navigasi Penerbangan. Itu amanat Undang-Undang No. 1/2009 tentang Penerbangan. Menurut Administrator Bandara Soekarno-Hatta Edward Silooy, untuk tahap awal Perum ini nantinya akan membawahi beberapa bandara. Namun, ia enggan merinci.

Yang terang, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti S. Gumay sebelumnya memastikan Perum itu akan terbentuk tahun ini juga.
 
NEWS SEKTOR AIR TRANSPORTATION LAINNYA :


INFO TENDER RELATED :
Jumlah Total Tender (19-04-2014) : 226
JUDUL TENDER (19-04-2014) :
Dapatkan ribuan informasi detail tender lainnya ...
 

 
All Rights Reserved Copyright 2012 PT. Tender Indonesia Commercial, design by AbelPutra.com