LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
SEKTOR LAIN:
Marine transportation
  New Tanjung Priok tahap I mulai dibangun, beroperasi akhir 2014
Agriculture
  Permintaan menipis, harga CPO terkikis
Infrastructure
  11 Ruas jalan di Papua jadi prioritas pembangunan
Electricity
  Proyek 10.000 MW tahap II terbit
Agriculture
  Harga tender gula di PTPN XI turun
 
 

 
 
 


BREAKING NEWS
Wed, 24/02/2010
Pemerintah pilih unitisasi untuk Jambaran
Oil & gas

Pemerintah ingin mempercepat produksi gas dari Lapangan Jambaran, Blok Cepu. Karena itu, mereka berniat melakukan unitisasi pengembangan dengan mengundang kontraktor lain yang terdekat. Jika langkah ini berhasil, diharapkan produksi dari lapangan ini bisa mengatasi defisit gas di Jawa pada 2012.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Departemen Energi Sumber Daya Mineral Evita Herawati Legowo mengatakan, pemerintah akan mendorong percepatan produksi gas dari Jambaran, menyusul adanya potensi pembengkakan defisit pasokan gas di Jawa pada 2012.

Namun, pemerintah tak mengambil kebijakan berupa pemberian insentif, seperti keinginan kontraktor, tetapi dengan unitisasi. Unitisasi adalah suatu bentuk kewajiban yang diterapkan kepada pemegang blok migas, untuk melakukan pengelolaan bersama atas suatu sumber migas. Hal ini dilakukan bila terdapat sumber migas yang posisinya terbentang melintasi dua atau lebih blok migas.

Dalam kondisi terjadinya pelamparan sumber migas seperti ini, berdasarkan Pasal 41 ayat 1 Peraturan Pemerintah Nomor 35 tahun 2004 tentang usaha hulu minyak dan gas bumi, untisasi wajib untuk dilakukan. Tujuan dilakukannya unitisasi antara lain untuk menekan biaya-biaya dalam melakukan penambangan migas dan mengoptimalkan proses teknis penambangan migas.

Evita mengatakan, unitisasi tersebut akan melibatkan kontraktor lain yang kini menguasai wilayah kerja terdekat dengan Blok Cepu. Dia memberikan catatan pelibatan kontraktor lain tersebut didasarkan pada kesanggupannya untuk menyegerakan produksi. "Dengan cara itu diharapkan bisa meng-encourage kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) tersebut," katanya.

Saat ini, Blok Cepu dikuasai oleh Mobil Cepu Limited (45%), Pertamina EP (Cepu) 45%, dan beberapa badan usaha milik daerah (10%). Wilayah kerja terdekat dari Blok Cepu adalah Blok Tuban yang dikelola secara bersama Pertamina (75%), dan Petrochina (25%).

Dari 13 sumur di Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Petrochina dan Pertamina telah menghasilkan produksi hingga 40 ribu bph. Lapangan yang berdasarkan joint operating agreement antara Pertamina dan ExxonMobil sempat diserahkan kepada perusahaan Amerika Serikat itu, ditargetkan bisa mencapai produksi 57 ribu barel pada 2011.

Senior Vice President ExxonMObil Maman Budiman pernah meragukan percepatan gas Jambaran bisa dilakukan. Direktur Operasi Pertamina EP Cepu Kunto Wibisono pun setali tiga uang. Dia memperkirakan produksi bisa molor dari target awal 2015, apabila tidak ada insentif dari pemerintah. Insentif dibutuhkan untuk menambah tingginya biaya lifting yang dibutuhkan akibat kadar gas karbon dioksida (CO2) yang cukup tinggi, yaitu 30%. Sebelumnya, pemerintah memperkirakan kadar gas tersebut hanya sekitar 20%.
 


SEKTOR OIL & GAS LAINNYA :