|
Sebanyak enam proyek infrastruktur fisik berupa jalan tol, jalan lingkar luar, jembatan layang, dan jembatan non-layang, mulai beroperasi. Keenam proyek infrastruktur itu tersebar di Jakarta, Bekasi, Karawang, Tangerang, dan Jambi.
Total anggaran yang digelontorkan untuk membangun enam proyek infrastruktur itu mencapai Rp 2,3 triliun. "Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan bertujuan untuk melancarkan lalu lintas barang dan jasa, serta pengembangan wilayah yang berujung pada pertumbuhan ekonomi," ujar Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto.
Keenam proyek yang diresmikan adalah jalan tol Kebun Jeruk-Penjaringan (JORR W1), jembatan layang Cengkareng, jembatan layang Cut Meutia Bekasi, jembatan Cibodas Tangerang, jalan lingkar Karawang, dan jembatan Batanghari II, Jambi.
Wakil Presiden Boediono menyatakan, untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur yang tercantum dalam RPJMN 2010-2014 dibutuhkan investasi swasta, baik dalam negeri maupun luar negeri. "Tiap tahun dibutuhkan investasi Rp 2.000 triliun untuk menopang pertumbuhan ekonomi hingga 7% pada 2014," kata Boediono.
Dari jumlah itu, pemerintah hanya sanggup membiayai 15% hingga 18% dari APBN dan APBD. Sebab itu, pemerintah terus memberi kesempatan kepada swasta untuk terlibat dalam pembangunan infrastruktur. "Peran swasta harus dibuka seluas-luasnya," kata Boediono.
Proyek pemecah kemacetan 1. Tol Kebun Jeruk-Penjaringan (JORR W1) Rp 1,7 triliun 2. Flyover Cengkareng, Jakarta Rp 130 miliar 3. Flyover Cut Meutia, Bekasi Rp 79,8 miliar 4. Flyover Cibodas, Tangerang Rp 26,77 miliar 5. Jalan Lingkar Karawang Rp 134,2 miliar 6. Jembatan Batanghari II, Jambi Rp 161,37 miliar |