|
Pemerintah menganggap penting program revitalisasi pasar tradisional. Tahun ini, rencananya pemerintah menyediakan anggaran untuk revitaslisasi pasar senilai Rp 210 miliar. Menurut rencana, ada 200 pasar tradisonal yang bakal mendapat jatah perbaikan dan pembangunan kembali tersebut.
Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Guritno Kusumo mengungkapkan, pemerintah melakukan revitalisasi secara bertahap hingga mencapai target total 540 pasar. "Langkah ini diambil untuk mendukung para pedagang dan usaha kecil menengah yang menjalankan usaha di pasar tradisional," kata dia.
Guritno mengungkapkan, pada tahun lalu pihaknya sudah berhasil melakukan revitalisasi pasar tradisional di lima kabupaten dan kota di berbagai provinsi. Banjarnegara, Wonosobo, Sampang, Karangasem dan Kotamubagu (Sulawesi Utara).
Tahun 2009, Kementerian mendapatkan jatah anggaran sebesar Rp 4,5 miliar. Akhir tahun lalu, pelaksanaan programnya sudah berhasil mencapai realisasi anggaran sekitar Rp 4 miliaar. "Berhasil direalisasi 88%," ujar Guritno.
Maka, pemerintah menanambah anggaran revitalisasi untuk tahun ini. "Anggaran itu akan masuk dalam APBN Perubahan 2010," katanya.
Guritno menjelaskan, kementerian akan melaksanakan proyek revitalisasi ini dengan bantuan koperasi-koperasi yang tersebar di banyak daerah. "Dengan begitu, koperasi tersebut bisa menjalankan program revitalisasi untuk kesejahteraan anggotanya yang kebanyakan menjalankan usaha di pasar tradisional," ungap dia.
Ia menyatakan, proyek revitalisasi ini juga penting untuk meningkatkan daya saing pengusaha kecil menghadapai persaingan pasar bebas ASEAN-China. Karena kalau pasar tradisional diperbaiki, bisa penjualan bisa meningkat. "Kami berharap pedagangnya bisa bersaing dengan pasar modern yang semakin banyak berdiri," kata Guritno.
|