LOGIN USER TENDER
Thousands of Tender Information
(Members only)
User Id :
Password :
Verification :
 
 

 

 

 
 
SEKTOR LAIN:
Infrastructure
  Perbaikan jalan di Bali Rp 241,24 Miliar
Infokom
  Tata ulang kanal 3G selesai sebelum Lebaran
Infrastructure
  Aetra tanam Rp 300 Miliar
Marine transportation
  Azas cabotage kapal belum optimal dimanfaatkan
Manufaktur
  Pabrik semen baru beroperasi pada 2014
 
 

 

 
 
BREAKING NEWS
Mon, 22/02/2010
Pinjaman MRT tahap III diteken 2012
Land transportation

PT MRT Jakarta menargetkan kesepakatan pinjaman tahap ketiga untuk pembiayaan proyek kereta bawah tanah mass rapid transit (MRT) bisa diteken 2012, dengan pencairan dana diharapkan mulai 2013.

Adapun kesepakatan pinjaman tahap kedua, telah ditandatangani pada 31 Maret 2009 dan dananya sudah diteruskan oleh pemerintah pusat ke Pemprov DKI sebagai dana hibah pada 24 Juli 2009.

Untuk pencairannya sendiri diharapkan sesuai jadwal yakni pada 2011 sehingga pelaksanaan desain dasar bisa berjalan beriringan dengan pelaksanaan konstruksi yang ditargetkan bisa dimulai saat itu.

Direktur Fungsi Korporasi Eddy Santosa mengatakan saat ini proses pelaksanaan proyek MRT baru memasuki tahap pelaksanaan desain dasar. Tahapannya sendiri, telah memasuki data survei, review forcast traffic, dan identifikasi teknis seperti bagaimana desain di lokasi depo, bagaimana desain stasiun, dan rencana penumpang didistribusikan.

Menurut dia, desain dasar ini berdasarkan jadwal ditargetkan rampung pada Januari 2011, tetapi 12 bulan sebelumnya PT MRT akan meminta perusahaan pelaksana segera menyerahkan garis besar konsep sehingga sebagian desain itu sudah bisa dituangkan dalam dokumen lelang, sebagai bekal untuk melaksanakan lelang konstruksi.

"Tujuannya agar kita bisa langsung melakukan tender fisik, tidak perlu menunggu hingga akhir Januari 2011, dalam 12 bulan sudah bisa buat output supaya kita bisa buat persiapan tendernya, ujar Eddy.

Dia menjelaskan saat ini pinjaman yang sudah dicairkan untuk kegiatan proyek MRT itu yakni berdasarkan loan agreement tahap satu yakni sebesar 1,869 miliar yen, dengan estimasi pembagian yakni untuk desain 900 juta yen. Sedangkan untuk kegiatan di DKI terkait manajemen konsultan menelan biaya sekitar 560 juta yen.

Menurutnya, penandatanganan loan agreement tahap kedua yakni untuk pinjaman sebesar 48,15 miliar yen, baru akan di laksanakan jika pemenang lelang konstruksi sudah ditetapkan. Selanjutnya, jika dana itu sudah terserap, maka diperkirakan pada 2012 loan agreement tahap ketiga bisa dilakukan. Untuk pembiayaan proyek MRT tahap satu ini, pengucuran pinjaman akan dilakukan dalam empat tahap.

Sementara itu, untuk pelaksanaan pembangunan proyek MRT tahap kedua dengan rute Dukuh Atas-Kota saat ini sudah memasuki tahap draft final report, yang diperkirakan rampung bulan depan.

Prosesnya sendiri, hanya menyelesaikan perizinan amdal dan pembuatan analisis mengenai dampak lingkungan, setelah adanya sosialisasi dengan masyarakat pada akhir Januari 2010. Setelah proses tahapan ini selesai, pemberi pinjaman akan melakukan evaluasi untuk persiapan pelaksanaan implementasi pinjaman.

Untuk proyek MRT tahap II, katanya, akan lebih banyak menggunakan infrastruktur bawah tanah yakni mulai halte Dukuh Atas, hingga Glodok, sedangkan untuk Glodok hingga Kota akan dibangun halte elevated.

Penggunaan ruang bawah tanah itu diakuinya tidak mengalami kendala, karena meskipun belum ada UU yang mengaturnya, Pemprov DKI diperkenankan membuat inisiasi peraturan dalam bentuk pergub atau instruksi gubernur, selama tidak mengganggu fasilitas publik.
 


SEKTOR LAND TRANSPORTATION LAINNYA :